Bekasi (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mendorong Gerakan Pramuka terus berperan aktif membentuk generasi muda yang berkarakter, terampil, mandiri, produktif, dan siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
Dilansir dari laman Jabarprov, hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati
Bekasi Asep Surya Atmaja saat menghadiri peringatan Hari Pramuka ke-65 di Bumi Perkemahan Karangkitri, Kabupaten
Bekasi, Jumat.
Asep mengatakan, 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka telah memberikan kontribusi besar melalui berbagai bentuk pengabdian, karya, dan pembinaan karakter generasi muda Indonesia.
"Peringatan Hari Pramuka bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum untuk membangun karakter bangsa sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas yang semakin maju, berdaulat, bermartabat, dan sejahtera," ujar Asep.
Menurutnya, nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma masih relevan untuk membentuk generasi yang tangguh, disiplin, beretika, serta memiliki semangat gotong royong.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 mengusung tema "Berinovasi, Berkarya, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."
Tema tersebut dinilai sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan nasional melalui peningkatan keterampilan dan kemandirian generasi muda. Asep menjelaskan, Gerakan Pramuka harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Pendidikan kepramukaan tidak hanya menekankan konsep belajar melalui praktik, tetapi juga mendorong anggota untuk menciptakan inovasi dan menyelesaikan persoalan nyata di lingkungan sekitar.
"Gerakan Pramuka terus berkembang dari learning by doing menjadi learning, creating, and solving, yaitu belajar, mencipta, dan menyelesaikan persoalan nyata," katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran Pramuka dalam membentengi generasi muda dari berbagai persoalan sosial, seperti narkotika, kekerasan, penyebaran hoaks, perjudian, serta menurunnya kepedulian sosial.
"Gerakan Pramuka harus terus menghadirkan pendidikan yang mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dengan tetap berpegang pada Tri Satya dan Dasa Dharma sebagai landasan," tegasnya.
Selain pembentukan karakter, pendidikan kepramukaan juga diarahkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pengelolaan sampah, efisiensi sumber daya, pemanfaatan energi bersih, hingga pengembangan potensi lokal.