Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menyiapkan anggaran sebesar Rp61,1 triliun untuk tahun anggaran 2027.
Dilansir dari laman
Kemendikdasmen, anggaran tersebut akan difokuskan pada penguatan program prioritas nasional di bidang pendidikan dasar dan menengah.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Atip Latipulhayat mengatakan, dukungan anggaran tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.
Hal itu disampaikan Atip dalam konferensi pers Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di
Jakarta, Jumat.
Salah satu prioritas utama Kemendikdasmen adalah peningkatan kualitas sarana dan prasarana melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan revitalisasi sekolah yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan secara swakelola oleh satuan pendidikan penerima manfaat.
Selain revitalisasi sekolah, pemerintah juga mendorong perluasan akses pendidikan melalui penyelenggaraan wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.
Dukungan kepada peserta didik akan diperkuat melalui bantuan perlengkapan sekolah serta pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Kemendikdasmen juga menempatkan Digitalisasi Pembelajaran sebagai salah satu agenda penting.
Program ini ditujukan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar serta memperluas akses guru dan peserta didik terhadap sumber belajar berkualitas. Peningkatan kesejahteraan guru juga menjadi perhatian pemerintah pada 2027.
Kemendikdasmen mengalokasikan dukungan untuk peningkatan kesejahteraan guru non-ASN, seiring semakin banyaknya guru di sekolah negeri maupun swasta yang telah memiliki sertifikasi pendidik.
Dukungan terhadap peserta didik turut dilakukan melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Program ini ditujukan untuk memberikan bantuan pendidikan kepada sekitar 18 juta peserta didik berdasarkan data penerima manfaat.
Selain itu,
Kemendikdasmen akan mengembangkan Studio Guru sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembelajaran sekaligus peningkatan kapasitas pendidik.
Di luar program kerja prioritas nasional, sejumlah program pendidikan juga tetap dijalankan untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat.
Salah satunya adalah Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang ditujukan bagi peserta didik dari daerah afirmasi serta anak pekerja migran Indonesia.
Pemerintah juga memberikan bantuan pendidikan bagi peserta didik berprestasi serta beasiswa bagi guru untuk memperoleh kualifikasi akademik S1 atau D4.