Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti mendapat apresiasi dari Save the Children Indonesia atas komitmennya dalam mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, apresiasi tersebut disampaikan dalam
Festival Pahlawan Anak yang digelar
Save the Children Indonesia di Jakarta, Kamis.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan gagasan, cita-cita, serta harapan mereka kepada para pemangku kepentingan. Sebanyak 14 anak dari program Nona Hebat turut menyampaikan aspirasi dalam festival tersebut.
Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain pencegahan perundungan, perlindungan anak dari kekerasan dan pelecehan seksual, serta terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.
Menanggapi aspirasi tersebut, Abdul Mu'ti mengatakan keinginan anak-anak agar sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman sejalan dengan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Menurutnya, upaya tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui gerakan Budaya ASRI yang mencakup lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
"Banyak ide yang menarik tentang bagaimana sekolah dapat menjadi tempat di mana mereka merasa aman, merasa nyaman untuk belajar. Dan ini yang juga sejalan dengan program yang sudah kami laksanakan, membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman," ujar Abdul Mu'ti.
Ia menjelaskan, penguatan budaya sekolah dilakukan melalui pendekatan humanis, inklusif, dan partisipatif dengan melibatkan berbagai pihak. Kemitraan dengan organisasi seperti
Save the Children Indonesia dinilai penting untuk memperkuat upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Abdul Mu'ti juga menilai aspirasi anak mengenai pencegahan perundungan sejalan dengan berbagai program Kemendikdasmen yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
"Mudah-mudahan program seperti ini tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama, bahkan menjadi budaya yang kita laksanakan berdasarkan kesadaran dan juga visi bahwa masa depan negara ini ditentukan oleh anak-anak kita," katanya.
Ia berharap sekolah dapat benar-benar menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, berinteraksi, mengembangkan potensi, serta tumbuh bersama dalam keberagaman.