Pemprov Jateng Perluas Akses Pendidikan, Ribuan Siswa Kurang Mampu Terbantu

Heri - Senin, 17 Agustus 2026 19:50 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi foto bersama dengan para siswa.

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dilansir dari laman Jatengprov, berbagai program disiapkan agar keterbatasan ekonomi maupun daya tampung sekolah negeri tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Rafa Fidianto. Anak seorang pengemudi ojek online itu sempat gagal masuk sekolah negeri karena nilai yang dimilikinya belum mencukupi.

Namun, melalui Program Sekolah Kemitraan, Rafa akhirnya dapat melanjutkan pendidikan secara gratis di SMA Laboratorium UPGRIS, Kota Semarang.

"Sebelumnya saya sempat ikut mendaftar ke sekolah negeri, tetapi nilai saya tidak cukup. Saya senang bisa sekolah di sini karena bisa mendapat banyak teman," ujar Rafa, Senin (13/7/2026).

Rafa pun tetap mempertahankan cita-citanya untuk menjadi tentara. Kesempatan bersekolah melalui program kemitraan menjadi jalan baginya untuk terus mengejar masa depan.

Program Sekolah Kemitraan merupakan salah satu upaya Pemprov Jawa Tengah memperluas daya tampung pendidikan. Pada tahun ajaran 2026/2027, pemerintah menggandeng 139 sekolah swasta yang terdiri atas 56 SMA dan 83 SMK.

Program tersebut menyasar calon siswa dari keluarga kurang mampu kategori Desil 1 hingga Desil 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Peserta program tidak dibebani biaya pendidikan oleh sekolah mitra.

Sebanyak 3.676 siswa diterima melalui Program Sekolah Kemitraan pada tahun ajaran 2026/2027. Jumlah itu terdiri atas 1.036 siswa SMA dan 2.640 siswa SMK, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.390 siswa.

Pemprov Jateng menyediakan bantuan sebesar Rp2 juta per siswa setiap tahun dengan daya tampung program mencapai 5.004 kursi. Selain melalui sekolah kemitraan, pemerintah juga menyediakan akses pendidikan melalui sekolah negeri.

Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 231.724 kursi tersedia di SMA, SMK, dan SLB Negeri atau sekitar 40,83 persen dari perkiraan lulusan SMP sederajat di Jawa Tengah.

Sejumlah biaya pendidikan di sekolah negeri juga dibebaskan, antara lain SPP dan iuran wajib, paket buku pelajaran, serta kegiatan akademik dan ekstrakurikuler tertentu. Dukungan terhadap keluarga kurang mampu juga diberikan melalui Beasiswa Siswa Miskin (BSM).

Pada 2026, sebanyak 10.000 siswa menerima BSM masing-masing Rp1 juta. Sementara itu, melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda), sebanyak 50.620 siswa mendapatkan bantuan dengan nominal Rp1 juta per siswa.

Sebelumnya, pada 2025, BSM juga disalurkan kepada 10.000 siswa dengan nominal Rp1 juta per siswa. Selain itu, sebanyak 1.100 anak tidak sekolah mendapatkan bantuan masing-masing Rp2 juta.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Gus Yasin Dorong Tradisi Keilmuan Pesantren Terus Berkembang di Jawa Tengah

Pendidikan

Taj Yasin Apresiasi Rumah Sehat Baznas Jepara, Dorong Penguatan Zakat untuk Kemaslahatan Umat

Pendidikan

Jateng Pacu Pembangunan Dry Port di Batang dan Kendal

Pendidikan

Hari Jadi ke-81 Jateng Dirayakan dengan Beragam Kegiatan, Usung Semangat “Gumregut Nyawiji”

Pendidikan

Posyandu Jateng Didorong Terus Berinovasi, Perkuat Edukasi Masyarakat

Pendidikan

Pemprov Jateng Salurkan 181 Kursi Roda Adaptif untuk Penyandang Disabilitas