Magelang (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong agar tradisi keagamaan dan keilmuan pesantren terus dilestarikan dan berkembang di berbagai pelosok Jawa Tengah.
Dilansir dari laman Jatengprov, hal itu disampaikan Gus Yasin saat menghadiri Haflah Akhirussanah ke-8 Pondok
Pesantren Darussalam Timur Watucongol, Muntilan, Kabupaten Magelang, Sabtu.
Gus Yasin mengatakan, keberadaan pesantren dan majelis ilmu yang masih aktif merupakan hal yang menggembirakan bagi pemerintah. Menurutnya, tradisi keagamaan dan keilmuan yang selama ini dijalankan di Watucongol perlu terus dijaga dan dikembangkan.
"Atas nama pemerintah, saya senang kalau pengajian-pengajian seperti ini masih berjalan di wilayah
Jawa Tengah," kata Gus Yasin.
Ia menilai, Pesantren Darussalam Watucongol memiliki sejarah panjang dalam menjaga pendidikan agama dan kehidupan keagamaan masyarakat. Berdasarkan catatan Kementerian Agama, para pendiri pesantren tersebut dikenal sebagai ulama sekaligus mujahid yang turut berjuang melawan kolonialisme.
Pesantren tersebut didirikan Kiai Abdurrauf bin Hasan Tuqa sekitar tahun 1820. Selain dikenal sebagai pendiri pesantren, Kiai Abdurrauf juga disebut sebagai salah seorang senopati atau panglima Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa.