Yogyakarta (buseronline.com) - Sebanyak 76 pelajar SMA dari 38 provinsi dikukuhkan sebagai Duta SMA 2026 dalam acara puncak pengukuhan yang digelar di Pelataran Candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, program yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI tersebut memasuki tahun kelima penyelenggaraan dengan mengusung tema "Pelantang Sebaya, Bangun Peradaban Bangsa."
Melalui program ini, para pelajar didorong untuk mengembangkan kepemimpinan, karakter, kemampuan komunikasi, serta kepedulian terhadap lingkungan pendidikan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Atip Latipulhayat mengatakan, setiap pelajar memiliki kecerdasan dan talenta yang berbeda. Potensi tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan dan tantangan masa depan.
"Songsonglah kehidupan dengan talenta yang Anda miliki. Pada malam hari ini, satu dari sekian talenta yang Anda miliki telah dibuktikan kepada kita semua," ujar Atip.
Ia meminta para Duta SMA terus mengembangkan talenta dan kemampuan yang dimiliki agar mampu beradaptasi dengan perubahan.
Menurutnya, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan talenta lainnya merupakan modal sosial yang dapat digunakan untuk memberikan kontribusi positif di lingkungan masing-masing.
"Harus terus-menerus adaptif dengan perubahan karena perubahan itu harus disikapi dan direspons dengan mengekspresikan modal sosial yang kita miliki," katanya.
Direktur SMA Kemendikdasmen Yuli Haryanto mengatakan, Program Duta SMA tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi pelajar berprestasi. Program ini juga merupakan bagian dari ekosistem pembinaan pelajar untuk menumbuhkan kepemimpinan, kolaborasi, integritas, dan kepedulian sosial.
"Program ini mempertemukan pelajar-pelajar terbaik dari seluruh Indonesia dalam satu jejaring nasional yang mendorong lahirnya kolaborasi lintas daerah dan terciptanya dampak nyata bagi masyarakat," ujar Yuli.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022, Program Duta SMA telah menghasilkan 304 alumni yang tersebar di 38 provinsi. Pada 2026, tercatat 2.241 pelajar mendaftar untuk mengikuti program tersebut.