Yogyakarta (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan setara bagi seluruh anak Indonesia, termasuk penyandang disabilitas.
Komitmen tersebut disampaikan Abdul Mu'ti saat menghadiri puncak acara Suara Inklusi di kawasan Titik Nol Kilometer
Yogyakarta, Rabu. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah, penyandang disabilitas, sekolah, orang tua, komunitas, dan masyarakat.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, sebelum menghadiri acara tersebut, Abdul Mu'ti mengunjungi SLB Tunas Bhakti untuk meresmikan revitalisasi sekolah. Setelah itu, ia membaur bersama ratusan penyandang disabilitas dalam berbagai rangkaian kegiatan Suara Inklusi.
Salah satu momen yang menarik perhatian masyarakat adalah aksi sekitar 1.000 penyandang disabilitas yang secara serentak membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia menggunakan bahasa isyarat.
Aksi tersebut dipimpin Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, bersama Alya, perwakilan teman tuli. Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat perhatian masyarakat yang berada di sekitar Panggung Utama Pelataran Istana Gedung Agung hingga kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti mengatakan bahwa pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh warga negara merupakan amanat konstitusi. Hak tersebut juga berlaku bagi warga negara yang memiliki kelainan fisik, intelektual, sosial, maupun kondisi lainnya.
"Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Warga negara yang memiliki kelainan fisik, kelainan intelektual, kelainan secara sosial dan kelainan yang lainnya berhak mendapatkan pendidikan khusus," ujar Abdul Mu'ti.
Ia mengatakan, Kemendikdasmen terus berupaya menghadirkan pendidikan yang dapat diakses oleh semua kalangan. Pendidikan tersebut harus fleksibel, mudah dijangkau, serta mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan peserta didik.
"Atas dasar itu semua, sesuai dengan asta cita Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua dengan partisipasi semesta," katanya.
Menurut Abdul Mu'ti, semangat inklusi harus terus dikembangkan agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan mengembangkan potensinya.
"Siapapun mereka, di mana pun mereka berada. Dan semangat kemerdekaan inilah yang ingin kita tumbuhkan terus sebagai bagian dari spirit kami dalam melaksanakan amanah konstitusi mendukung program asta cita Bapak Presiden untuk Indonesia Emas 2045," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas.