Tasikmalaya (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI terus mendorong peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan vokasi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat, termasuk dalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Upaya tersebut dilakukan melalui Program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 4 yang menjadikan AI sebagai salah satu materi pelatihan. Program ini dinilai penting mengingat sekolah menengah kejuruan (SMK) dituntut untuk terus menyesuaikan kompetensi pembelajaran dengan perkembangan dan kebutuhan industri.
Salah satu peserta pelatihan, Muhammad, guru Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Negeri 1 Tasikmalaya, menyambut antusias kegiatan tersebut. Ia menilai pemanfaatan AI saat ini berkembang sangat masif sehingga guru perlu memahami sekaligus mengoptimalkan teknologi tersebut dalam mendukung proses pendidikan.
"Di era yang luar biasa saat ini, apalagi AI, kadang kita hanya tahu AI tapi belum memaksimalkan teknologi ini. Jadi saya sangat antusias sekali mengikuti pelatihan ini," ujar Muhammad dilansir dari laman
Kemendikdasmen.
Ia berharap pelatihan peningkatan kompetensi seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, pelatihan juga perlu dibuat secara bertahap, mulai dari tingkat pemula hingga mahir, sehingga guru dapat meningkatkan kemampuan secara sistematis.
"Memperbanyak pelatihan untuk meningkatkan SDM, tidak hanya satu kali. Guru-guru yang belum itu bergiliran untuk ikut, jadi tidak hanya satu kali dan ada tingkatannya juga, mulai dari pemula hingga tingkat mahir," katanya.
Hal senada disampaikan Samrah Hadian Ardi, guru DKV SMK Negeri 4 Tasikmalaya. Ia menilai pelatihan AI sangat dibutuhkan karena guru memiliki peran penting dalam membimbing peserta didik menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Menurut Samrah, AI dapat memberikan banyak manfaat dalam mendukung pekerjaan dan pembelajaran. Namun, manusia tetap harus menjadi pihak yang mengendalikan penggunaannya.
"Pelatihan ini saya rasa sangat dibutuhkan karena sekarang zamannya teknologi berkembang, apalagi sekarang itu ada AI. Ini bisa membantu kita tetapi kita tetap harus bisa mengendalikan, bukan AI yang mengendalikan kita, tetapi AI yang kita kendalikan," jelasnya.