Tapanuli Tengah (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI bersama Persatuan Islam (PERSIS) meresmikan Ruang Kelas Darurat (RKD) di SMP Insani Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa.
Dilansir dari laman
Kemendikdasmen, fasilitas tersebut dihadirkan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung setelah banjir yang melanda kawasan Sorkam pada akhir 2025 merusak ruang belajar dan berbagai fasilitas sekolah.
Peresmian RKD dilakukan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Atip Latipulhayat bersamaan dengan peninjauan program revitalisasi sekolah yang tengah berjalan.
Pada 2026, SMP Insani Sorkam memperoleh bantuan pemerintah senilai Rp1,24 miliar yang digunakan untuk pembangunan satu ruang kelas baru, satu perpustakaan, rehabilitasi dua ruang kelas, rehabilitasi ruang administrasi, serta penataan lingkungan sekolah.
Wamendikdasmen RI Atip Latipulhayat menegaskan bahwa pemulihan pendidikan di SMP Insani Sorkam merupakan bagian dari implementasi Asta Cita keempat Presiden yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui layanan pendidikan yang bermutu dan inklusif.
Menurutnya, pemerintah berkomitmen memastikan seluruh peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan meskipun sekolah terdampak bencana.
"Ruang kelas darurat ini untuk menjaga dan memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Namanya juga darurat, tentu tidak boleh lama-lama. Ke depan, ini bisa ditingkatkan menjadi sekolah yang permanen," ujar Atip.
Ia menambahkan, pemulihan sekolah tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan guna mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Kepala SMP Insani Sorkam, Suryadi Sitanggang, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya, kehadiran Wakil Menteri menjadi penyemangat bagi guru dan peserta didik yang selama ini berjuang memulihkan kegiatan belajar setelah banjir.