Semarang (buseronline.com) - Program Sekolah Rakyat di Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan perkembangan. Hingga tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 2.692 siswa telah mengikuti pendidikan di 10 Sekolah Rakyat permanen dan enam Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di berbagai daerah.
Wakil Gubernur
Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan Program
Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
"Sekolah Rakyat ini jalan untuk memutus rantai kemiskinan. Karena bagaimana pun juga angka kemiskinan di Jawa Tengah masih relatif tinggi," ujar Taj Yasin saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima Tim Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK RI dalam diskusi perencanaan dan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Provinsi Jawa Tengah, Rabu.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah berkomitmen mengawal pelaksanaan Program
Sekolah Rakyat karena merupakan gagasan Presiden untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat kurang mampu.
"Program ini bertujuan memuliakan keluarga miskin dan memfasilitasi kebangkitan masyarakat kecil melalui pendidikan," katanya dilansir dari laman Jatengprov.
Taj Yasin menambahkan,
Jawa Tengah telah memiliki pengalaman dalam mengelola sekolah berasrama bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Saat ini terdapat tiga sekolah berasrama penuh di Kabupaten Pati, Kabupaten
Semarang, dan Purbalingga, serta 15 sekolah semi-boarding yang telah berjalan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur, menjelaskan bahwa dari total 2.692 siswa yang diterima pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 380 siswa berada di jenjang SD, 1.038 siswa SMP, dan 1.274 siswa SMA. Seluruh siswa telah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026.