Jakarta (buseronline.com) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan sebanyak 372 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) untuk mendampingi siswa di 73 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia melalui Program Taruna Bhakti 2026.
Dilansir dari laman Humas
Polri, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan
Polri terhadap Program
Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan keterlibatan Taruna Akpol merupakan tindak lanjut arahan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf yang meminta para taruna menjadi teladan bagi siswa Sekolah Rakyat.
"Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI hadir bukan sekadar mendampingi kegiatan siswa, tetapi menjadi kakak asuh yang memberikan keteladanan dalam disiplin, kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, serta semangat pengabdian. Kami ingin anak-anak di
Sekolah Rakyat memiliki lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh inspirasi untuk meraih cita-citanya," ujar Trunoyudo, Selasa.
Program Taruna Bhakti dilaksanakan bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Selama lima hari, para taruna bertugas sebagai mentor dan kakak asuh yang membimbing siswa dalam menjalani kehidupan berasrama sekaligus membentuk karakter melalui berbagai kegiatan.
Kegiatan tersebut meliputi pengenalan tata tertib sekolah dan kehidupan asrama, pembiasaan bangun pagi dan manajemen waktu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, latihan baris-berbaris, pembinaan kepemimpinan, kerja sama, gotong royong, penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara, kepramukaan, pembinaan karakter, penguatan nilai keagamaan, hingga pemberian motivasi agar siswa menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan bertanggung jawab.
Sebagai tindak lanjut program tersebut, Polri menempatkan 372 Taruna Akpol di 73 Sekolah Rakyat yang tergabung dalam 29 Subsatuan Taruna (Subsattar). Pelaksanaan kegiatan didukung oleh 110 personel pendamping yang terdiri atas 23 Perwira Menengah, 77 Perwira Pertama, dan 10 Bintara. Dengan demikian, total personel Polri yang terlibat dalam Program Taruna Bhakti mencapai 482 orang.
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf sebelumnya menegaskan bahwa para taruna memiliki pengalaman hidup berasrama yang dapat menjadi bekal untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun kemandirian, serta membiasakan hidup disiplin.
Ia juga mengingatkan agar para taruna mengedepankan empati serta memastikan tidak terjadi perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, maupun intoleransi selama proses pendampingan.
Trunoyudo menegaskan seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif, humanis, inklusif, dan ramah anak.