Bandung (busernline.com) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk terus menjaga tradisi berpikir kritis serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan Kota Bandung.
Dilansir dari laman Jabarprov, menurutnya, kritik yang lahir dari kajian ilmiah dan kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian penting dalam menyempurnakan setiap kebijakan publik.
Hal tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri Pelantikan Pengurus HMI, Korps HMI-Wati (KOHATI), dan Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Cabang Bandung Periode 2026-2027 di Pendopo Kota Bandung, Jumat.
Dalam sambutannya, Farhan mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan tradisi intelektual HMI sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Bandung.
"Pemerintah tidak boleh berjalan sendiri. Pemerintah harus selalu memiliki mitra yang kritis. HMI harus mampu memberikan kritik dan masukan yang objektif demi terciptanya kebijakan yang lebih baik," ujar Farhan.
Menurutnya, setiap kebijakan publik memiliki keterbatasan yang hanya dapat disempurnakan melalui masukan dari masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa.
Oleh karena itu, suara mahasiswa dinilai sangat penting sebagai alat evaluasi terhadap arah pembangunan daerah. Farhan juga mengajak mahasiswa untuk aktif turun ke tengah masyarakat agar mampu memahami berbagai persoalan secara langsung.
Dengan demikian, gagasan dan solusi yang ditawarkan dapat benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain menyampaikan harapan kepada HMI, Farhan memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi Kota Bandung.
Di antaranya adalah tingkat pengangguran yang masih mencapai sekitar 7,2 persen, rasio ketimpangan (Gini Ratio) sebesar 0,42, persoalan pengelolaan limbah domestik, keterbatasan layanan air bersih, tingginya belanja pegawai, kekurangan sekitar 1.700 guru SD dan SMP, serta rendahnya tingkat kepemilikan rumah masyarakat.