Bandung (buseronline.com) - Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) menjalin kolaborasi dengan River Cleanup Indonesia dan River Cleanup Belgia untuk memperkuat pendidikan lingkungan di satuan pendidikan melalui program berkelanjutan.
Dilansir dari laman Jabarprov, kerja sama tersebut mencakup pengembangan program
Plastic Clever School, sekolah percontohan (prototype), hingga penyusunan Nota Kesepahaman (MoU).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan pendidikan lingkungan harus menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mampu membentuk karakter peserta didik, bukan sekadar kegiatan bersih-bersih yang bersifat seremonial.
"Gerakan lingkungan tidak hanya tentang kegiatan bersih-bersih, tetapi bagaimana membangun kepedulian peserta didik melalui pembelajaran dan praktik nyata di lapangan," kata Purwanto saat menerima jajaran River Cleanup Indonesia di Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa.
Ia menjelaskan, program lingkungan di sekolah perlu dibangun di atas tiga nilai utama, yaitu ekologi, sosial, dan spiritual. Menurutnya, pendekatan tersebut akan mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mampu menjadi agen perubahan.
Dalam pertemuan itu, Disdik Jabar juga menyambut baik rencana pengembangan program River School di sejumlah sekolah di
Jawa Barat. Purwanto mendorong keterlibatan siswa SMA dan SMK sebagai relawan serta pembentukan komunitas River Cleanup Indonesia di setiap kabupaten dan kota.
Salah satu program yang menjadi fokus kerja sama adalah Plastic Clever School untuk jenjang SD dan SMP. Program tersebut akan dilaksanakan melalui pendampingan selama satu tahun agar sekolah mampu membangun budaya peduli lingkungan secara mandiri.
Setiap sekolah akan menunjuk seorang School Leader atau guru koordinator aksi lingkungan. River Cleanup Indonesia juga akan menyediakan modul pembelajaran, Teacher Toolkit bagi guru, serta Workbook atau lembar kerja bagi peserta didik sebagai pendukung proses pembelajaran.
Pada tahap awal, program akan diterapkan di sejumlah sekolah percontohan dengan Kabupaten Purwakarta diusulkan sebagai lokasi pertama pelaksanaan. Sekolah-sekolah tersebut diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi oleh sekolah lain di Jawa Barat.