Batam (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui penguatan kemitraan antara SMK dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI).
Dilansir dari laman
Kemendikdasmen, salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Benchmarking SMK di
Batam yang diikuti 131 kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMK dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, dan Kota
Batam.
Kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melihat secara langsung kebutuhan dunia industri terhadap kompetensi lulusan SMK.
Melalui kunjungan ke sejumlah perusahaan, para kepala sekolah memperoleh gambaran mengenai standar kompetensi, teknologi, serta budaya kerja yang dibutuhkan industri saat ini.
Kepala Bengkel Astra Daihatsu Batam Andi Suprapto mengatakan industri membutuhkan lulusan yang telah memiliki kompetensi dasar sehingga proses pelatihan di perusahaan dapat berlangsung lebih efektif.
"Yang kami butuhkan adalah lulusan yang memiliki kemampuan dasar, khususnya pada bidang Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan body repair. Dengan bekal tersebut, proses pendidikan dan pelatihan di perusahaan dapat berjalan lebih cepat dan efisien," ujarnya.
Ia juga berharap semakin banyak lulusan dan peserta didik SMK yang dapat mengikuti program magang maupun bekerja di industri.
Selain bidang teknik, menurutnya kebutuhan tenaga administrasi, khususnya Administrasi Bisnis, juga cukup tinggi di
Batam seiring berkembangnya kawasan pergudangan.
Dukungan terhadap penguatan pendidikan vokasi juga disampaikan Manajer Virtual Learning PT Labtech Penta Internasional, Ferry.
Menurutnya, program Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi peserta didik karena memberikan pengalaman belajar langsung di lingkungan kerja.
"Program ini mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi sekaligus mendorong kolaborasi antara industri, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul," katanya.
Sementara itu, Kepala SMKS Kafilul Yatim Aceh Utara, Fakhrurrazi mengaku kunjungan ke berbagai industri di
Batam membuka wawasan mengenai kebutuhan sarana praktik yang harus dipenuhi sekolah agar pembelajaran semakin selaras dengan perkembangan industri.
Ia berharap dukungan Kemendikdasmen, pemerintah daerah, dan dunia industri dapat mempercepat pemenuhan peralatan praktik sekaligus memperluas kerja sama PKL bagi peserta didik SMK.
Manfaat kemitraan tersebut juga dirasakan langsung oleh peserta didik. Joshua, siswa SMKN 5
Batam yang sedang mengikuti PKL, mengaku memperoleh pengalaman belajar yang jauh lebih nyata dibandingkan pembelajaran di kelas.
"Belajar langsung di industri membuat saya lebih mudah memahami proses kerja karena bisa melihat dan mempraktikkannya secara langsung," ujarnya.