Singapura (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI bersama Pemerintah Kerajaan Thailand sepakat memperbarui kerja sama di bidang pendidikan sebagai upaya memperluas akses pembelajaran bagi guru dan murid, sekaligus memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Dilansir dari laman
Kemendikdasmen, kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral antara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, dengan Menteri Pendidikan Thailand, Prasert Jantararuangtong, di sela-sela Sidang Menteri Pendidikan ASEAN ke-14 (14th ASEAN Education Ministers Meeting/ASED) yang berlangsung di Hotel Shangri-La,
Singapura, Rabu.
Pembaruan kerja sama ini akan membuka peluang yang lebih luas bagi guru dan murid Indonesia melalui berbagai program strategis, seperti pertukaran guru dan murid, pelatihan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), pertukaran publikasi akademis, serta penguatan diplomasi pendidikan melalui program Darmasiswa.
Menteri Abdul Mu'ti mengatakan, pembaruan nota kesepahaman (MoU) dilakukan karena masa berlaku perjanjian sebelumnya telah berakhir, meski berbagai program kolaborasi tetap berjalan. Menurutnya, kerja sama yang akan ditandatangani kembali tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi guru dan peserta didik, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global.
"Kami bertemu Menteri Pendidikan Thailand untuk membahas kerja sama antara Indonesia dengan Thailand yang memang sudah sekian lama perjanjian itu berakhir masa berlakunya, walaupun program kerja sama tetap aktif berjalan. Tadi disepakati untuk bulan depan akan ada penandatanganan kerja sama untuk memperkuat program pertukaran guru, pertukaran murid, juga tentang pembelajaran AI hingga pelatihan mengenai AI," ujar Abdul Mu'ti.
Ia menambahkan, penandatanganan MoU dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 saat Menteri Pendidikan Thailand melakukan kunjungan resmi ke Indonesia.