Bandung (buseronline.com) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama tahun ajaran 2026/2027 di SD Negeri 001 Merdeka dan SMP Negeri 5 Bandung, Senin.
Dilansir dari laman Jabarprov, dalam kunjungannya, Iskandar menegaskan bahwa
MPLS harus menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi peserta didik baru, tanpa adanya praktik perpeloncoan maupun tekanan yang dapat berdampak pada kesehatan mental anak.
Di hadapan ratusan siswa baru, orang tua, dan tenaga pendidik di SDN 001 Merdeka, Iskandar mengucapkan selamat kepada para peserta didik yang memulai perjalanan pendidikan mereka.
"Selamat kepada anak-anak dan juga orang tua yang memulai pembelajaran pada hari ini. Mudah-mudahan ke depan belajarnya sukses sesuai dengan cita-cita yang diinginkan oleh anak-anak maupun orang tuanya," ujar Iskandar.
Ia mengatakan, konsep MPLS saat ini telah berubah dibandingkan masa lalu. Kegiatan pengenalan sekolah tidak lagi identik dengan ospek atau bentuk pembinaan yang keras.
"Kalau dulu mungkin kita mengenal ospek. Sekarang sudah tidak seperti itu. Anak-anak datang ke sekolah dengan zamannya sendiri.
MPLS harus menjadi kegiatan yang menyenangkan, membangun karakter, dan membuat anak merasa nyaman," katanya.
Menurut Iskandar, sekolah harus mampu menghadirkan suasana yang aman dan membahagiakan bagi peserta didik. Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak di tengah meningkatnya kasus depresi pada usia sekolah.
"Ada data yang menyebutkan lebih dari 60 persen anak mengalami depresi. Karena itu sekolah harus menjadi tempat yang happy. Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak," ungkapnya.
Selain itu, Iskandar mengapresiasi konsep MPLS di SDN 001 Merdeka yang melibatkan kakak kelas untuk menyambut peserta didik baru sebagai bentuk pendampingan sekaligus membangun rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah.
Ia juga memastikan Pemerintah Kota
Bandung akan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan anggaran dan perbaikan sarana serta prasarana sekolah.
"Kami dari pemerintah akan terus mendukung, baik dari sisi anggaran pendidikan maupun infrastruktur. Nanti kita lihat apa saja yang perlu diperbaiki agar proses belajar mengajar semakin nyaman," ujarnya.