Tangerang (buseronline.com) - Program Bintang Sobat SMP (BSS) 2026 tidak hanya menjadi ajang penghargaan bagi murid berprestasi, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial bagi generasi muda Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (
Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti mengatakan, para peserta BSS diharapkan mampu menjadi agen perubahan di daerah masing-masing dan berkontribusi dalam mewujudkan
Generasi Emas Indonesia 2045.
"Menjadi Bintang Sobat SMP bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal dari perjalanan yang jauh lebih cemerlang. Peluang selalu ada, tetapi kalian harus tetap berpijak di bumi walaupun kalian adalah bintang-bintang," ujar Abdul Mu'ti saat penutupan BSS 2026 di Tangerang, Banten, Kamis.
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu'ti juga membekali para finalis dengan prinsip tiga "el", yakni knowledgeable (berwawasan luas), capable (memiliki keterampilan dan kemampuan), serta humble (rendah hati).
"Kuncinya adalah terus belajar untuk meningkatkan kemampuan," katanya dilansir dari laman Kemendikdasmen.
Juara I BSS 2026, Andrew Arsya Mandala dari SMP Negeri 2 Padang, Sumatera Barat, mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti program tersebut.
Menurutnya, kegiatan BSS membantu mengasah kemampuan berbicara di depan umum, memahami keberagaman, serta memperluas pertemanan dengan siswa dari seluruh Indonesia.
Sepulang ke daerahnya, Andrew berkomitmen memperkenalkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BASN) agar semakin banyak siswa menjadi agen perubahan.
Pengalaman berkesan juga dirasakan finalis asal Papua Tengah, Az Zahwa Aulya Putri Hendri dari SMP Negeri 11 Mimika dan Jason Febrian Pasang dari SMP Kristen Kalam Kudus Timika. Keduanya mengaku kunjungan ke Istana Merdeka dan Istana Negara menjadi momen yang paling membekas selama mengikuti kegiatan.