Sibolangit (buseronline.com) - Gubernur Sumut Bobby Nasution bermalam bersama ribuan peserta Jambore Daerah Sumatera Utara (Jamdasu) XI Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sabtu.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby memimpin Upacara Api Unggun yang menjadi simbol semangat, persatuan, gotong royong, dan persaudaraan bagi para peserta.
Dalam sambutannya, Bobby mengaku bersyukur dapat hadir bersama seluruh kepala daerah yang juga merupakan pembina Gerakan Pramuka di daerah masing-masing.
"Malam hari ini saya beserta seluruh kepala daerah yang juga pembina Pramuka di daerahnya masing-masing berkesempatan hadir di tengah Jambore Daerah Sumut Tahun 2026. Kami bersyukur bisa berada di tengah kalian semua dan ikut berkemah di jambore daerah ini," ujarnya.
Menurut Bobby, kehadiran ribuan peserta menjadi bukti bahwa generasi muda Sumut memiliki potensi besar sebagai penerus pembangunan daerah dan bangsa.
"Kami bersyukur karena menjadi bagian dan saksi bahwa adik-adik yang mengikuti jambore di sini adalah generasi yang kami percaya akan menggantikan posisi kami dalam membangun Sumut dan Republik Indonesia," katanya.
Bobby menegaskan, api unggun yang dinyalakan bersama bukan sekadar seremoni, melainkan simbol semangat dan optimisme yang harus terus dijaga. Selama mengikuti jambore, para peserta diyakini akan memperoleh banyak pelajaran dan pengalaman berharga.
Ia mengatakan, Jambore Daerah tidak hanya mengajarkan keterampilan bertahan hidup di alam terbuka dan membentuk karakter mandiri, tetapi juga membekali peserta menghadapi berbagai tantangan zaman, seperti ancaman narkoba dan perkembangan dunia digital.
"Yang diajarkan bukan hanya bertahan hidup, tetapi juga bagaimana menghadapi tantangan saat ini, seperti ancaman narkoba dan perkembangan dunia digital yang menjadi tantangan tersendiri bagi adik-adik peserta jambore," ungkapnya.
Usai upacara, Bobby memberikan kesempatan kepada sejumlah peserta menyampaikan kondisi dan persoalan yang mereka hadapi di daerah masing-masing.
Salah seorang peserta asal Kabupaten Mandailing Natal menceritakan perjuangannya mengikuti Jamdasu dengan bekerja di warung bakso setiap malam agar dapat mengikuti kegiatan tersebut.
Selain itu, peserta dari Kabupaten Nias Barat dan Nias Selatan menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari kondisi infrastruktur, keterbatasan layanan kesehatan, hingga harapan agar sektor pendidikan di daerahnya mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi Sumut.