Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) melalui kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan.
Dilansir dari laman
Kemendikdasmen, program ini memberikan kesempatan bagi guru di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kompetensi secara fleksibel tanpa terkendala jarak, waktu, dan biaya.
Peluncuran program dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi DKI Jakarta, Kamis.
Menteri Abdul Mu'ti menegaskan bahwa guru memiliki peran penting sebagai agen pembelajaran dan agen peradaban, sehingga peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
"Guru tidak hanya mengajar untuk mengembangkan kemampuan atau keterampilan motorik murid. Namun, materi yang diajarkan harus memiliki nilai dan arah yang membentuk karakter. Guru hebat bukan yang tahu segalanya, tapi yang mau belajar segalanya. Digitalisasi adalah arusnya, Ruang GTK adalah tempat peningkatan kompetensi guru," ujar Abdul Mu'ti.
Melalui kanal Ruang GTK, para guru dapat mengakses berbagai materi pelatihan, mulai dari modul pembelajaran, video edukasi, hingga penguatan materi bersama fasilitator melalui webinar tanpa harus meninggalkan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan pelatihan PM-KKA yang telah dimulai sejak 2025 kini memasuki tahap penguatan implementasi berbasis mata pelajaran.
Menurutnya, fokus program tahun ini adalah memastikan filosofi Pembelajaran Mendalam yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan dapat diterapkan secara nyata di ruang-ruang kelas.
"Kita ingin memastikan bahwa filosofi Pembelajaran Mendalam yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan benar-benar hadir di ruang-ruang kelas, bukan berhenti sebagai konsep di atas kertas," kata Nunuk.
Pelatihan PM-KKA 2026 dilaksanakan melalui dua jalur utama, yakni jalur reguler secara luring melalui forum Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dengan metode Teacher Experimental Training (TET), serta jalur daring melalui kanal Ruang GTK.
Pada jalur daring, guru dapat mengikuti Pelatihan Mandiri secara fleksibel maupun Diklat Bauran melalui Learning Management System (LMS) yang mengombinasikan pembelajaran mandiri dengan pendampingan dari fasilitator.
Kemendikdasmen menargetkan pelatihan PM-KKA tahun 2026 mampu menjangkau lebih dari 300 ribu pendidik dan tenaga kependidikan dari 140 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Melalui program ini, pemerintah berharap kualitas kompetensi guru terus meningkat sehingga berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran dan terciptanya pendidikan yang berkualitas bagi seluruh peserta didik di Indonesia. (R)