Langkat (buseronline.com) - Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumatera Utara (DWP Sumut) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan sosial dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada Panti Asuhan Alwashliyah Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Selasa.
Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah dan sejumlah bahan kebutuhan pokok untuk membantu memenuhi kebutuhan anak-anak panti menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Bantuan tersebut diserahkan Ketua DWP Provinsi Sumut Evi Novida Ginting, kepada Ketua Yayasan Amal/Sosial Alwashliyah Tanjungpura Muhammad Syah Batubara.
Ketua DWP Provinsi Sumut
Evi Novida Ginting mengatakan bantuan yang disalurkan berasal dari infak yang dikumpulkan melalui kegiatan pengajian DWP Provinsi Sumut serta dana sosial yang dikelola organisasi.
"Ini adalah bantuan sosial kedua yang diberikan DWP. Sebelumnya kegiatan serupa juga sudah dilaksanakan di Kota Tebingtinggi. Bantuan ini diberikan mengingat sebentar lagi memasuki tahun ajaran baru bagi anak-anak sekolah dan semoga bermanfaat," ujarnya.
Menurut Evi, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen DWP Provinsi Sumut dalam mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
"Kami meyakini bahwa sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi sesama," katanya.
Pada kesempatan itu, Evi juga memberikan motivasi kepada anak-anak panti asuhan agar tetap semangat belajar, rajin beribadah, dan terus mengejar cita-cita.
Ia meyakini setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik dan menjadi pribadi yang sukses serta bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Pimpinan
Panti Asuhan Alwashliyah Tanjungpura Muhammad Syah Batubara menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan DWP Provinsi Sumut bersama DWP Kabupaten
Langkat.
Ia menjelaskan, Panti Asuhan Alwashliyah Tanjungpura yang berdiri sejak 26 Mei 1985 saat ini membina 32 anak yang terdiri atas anak yatim, piatu, yatim piatu, dan fakir miskin dengan jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
"Jumlah anak-anak di sini ada 32 orang, terdiri dari anak yatim, piatu, yatim piatu, dan fakir miskin. Jenjang sekolahnya SD, SMP, dan SMA. Bagi kami, bantuan ini sangat berharga dan bermanfaat," ujarnya. (P3)