Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menyerahkan pengelolaan Sekretariat Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) kepada Kementerian Kebudayaan melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) di Jakarta, Senin.
Dilansir dari
Kemendikdasmen, penyerahan ini merupakan bagian dari proses transisi kelembagaan untuk memperkuat tata kelola KNIU sekaligus memastikan keberlanjutan pelaksanaan tugas dan fungsinya di bawah koordinasi
Kementerian Kebudayaan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan KNIU telah berperan sebagai penghubung Indonesia dengan UNESCO selama lebih dari tujuh dekade.
Menurutnya, pengalihan pengelolaan diharapkan mampu meningkatkan kontribusi KNIU dalam memperkuat kerja sama Indonesia dengan UNESCO.
Pratikno menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk menghasilkan kebijakan dan langkah konkret, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga mendorong penguatan dukungan anggaran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pada setiap kementerian dan lembaga sebagai focal point, serta sosialisasi yang lebih luas kepada pemerintah daerah agar berbagai program dan warisan UNESCO di Indonesia dapat dikelola secara optimal.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dengan UNESCO merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa dalam memajukan pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, komunikasi, dan informasi.
Selama lebih dari 70 tahun, KNIU telah menjadi jembatan strategis yang memperkuat hubungan Indonesia dengan UNESCO. Ia menjelaskan, melalui kerja sama dengan UNESCO, Indonesia telah mencatat berbagai capaian.
Di antaranya menerima Medali Emas Avicenna pada 1993 atas keberhasilan memperluas akses pendidikan, penetapan Bahasa Indonesia sebagai bahasa sidang umum UNESCO pada 2023, enam warisan budaya dunia, 16 warisan budaya takbenda UNESCO, tujuh kota dalam UNESCO Creative Cities Network, empat warisan alam dunia, 12 UNESCO Global Geopark, 21 cagar biosfer UNESCO, serta 16 dokumen yang masuk dalam daftar Memory of the World.
Selain itu, Indonesia telah sembilan kali dipercaya menjadi anggota Executive Board UNESCO. Pada Juni 2026, Indonesia kembali terpilih sebagai anggota Komite Antarpemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda periode 2026-2030, yang menjadi pengakuan atas kontribusi aktif Indonesia dalam memajukan nilai-nilai UNESCO di tingkat global.
Mu'ti menegaskan bahwa pengalihan pengelolaan KNIU bukan sekadar perpindahan administrasi, melainkan estafet pengabdian untuk memperkuat peran Indonesia dalam membangun perdamaian dunia melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, komunikasi, dan informasi.
Kemendikdasmen, lanjutnya, tetap akan mendukung pelaksanaan berbagai program UNESCO di bidang pendidikan sesuai kewenangannya.
Dalam kesempatan tersebut, Kemendikdasmen juga menyerahkan seluruh arsip, dokumen, dan administrasi kelembagaan KNIU kepada Kementerian Kebudayaan sebagai bagian dari proses transisi kelembagaan. (R)