Museum KAA Bandung Kian Diminati, Lebih dari 35 Ribu Wisatawan Berkunjung Selama Semester I 2026

Heri - Selasa, 07 Juli 2026 11:25 WIB
Museum KAA di kawasan Gedung Merdeka, Kota Bandung

Bandung (buseronline.com) - Museum Konferensi Asia-Afrika (KAA) di kawasan Gedung Merdeka, Kota Bandung, terus menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unggulan.

Dilansir dari laman Jabarprov, museum yang menyimpan jejak penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika 1955 itu semakin diminati masyarakat, mulai dari pelajar, wisatawan domestik hingga mancanegara.

Kepala Seksi Publikasi dan Nilai-nilai KAA, Christoforus Katon mengatakan Museum Konferensi Asia-Afrika didirikan untuk mengabadikan sejarah sekaligus semangat Konferensi Asia-Afrika.

Gagasan pendirian museum dicetuskan oleh Menteri Luar Negeri RI saat itu, Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja setelah banyak pemimpin negara Asia dan Afrika ingin mengunjungi Gedung Merdeka sebagai lokasi bersejarah pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika.

Usulan pendirian museum disampaikan pada peringatan 25 tahun Konferensi Asia-Afrika pada 1980 dan mendapat dukungan Presiden Soeharto. Museum Konferensi Asia-Afrika kemudian diresmikan pada 24 April 1980, bertepatan dengan peringatan 25 tahun penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika.

Museum KAA menyajikan beragam koleksi bersejarah, mulai dari diorama Sidang Pembukaan Konferensi Asia-Afrika 1955, peralatan jurnalistik, arsip foto, dokumen sejarah hingga film dokumenter yang menggambarkan jalannya konferensi serta pengaruhnya terhadap perkembangan dunia.

Selain itu, pengunjung juga dapat mempelajari perjalanan Gedung Merdeka yang menjadi saksi lahirnya semangat perdamaian dan kerja sama antarbangsa. Minat masyarakat untuk berkunjung terus meningkat.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Museum KAA mencatat lebih dari 35 ribu pengunjung yang didominasi wisatawan domestik dan rombongan pelajar. Pada periode yang sama, jumlah wisatawan mancanegara yang datang mencapai lebih dari 3.500 orang.

Untuk memberikan pengalaman edukatif, Museum KAA menyediakan layanan pemandu wisata bagi rombongan yang telah melakukan reservasi. Layanan tersebut tersedia dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin.

Seluruh layanan kunjungan ke Museum KAA tidak dipungut biaya. Pengunjung individu maupun rombongan dapat melakukan reservasi melalui laman resmi museum.

Museum membuka layanan setiap Rabu hingga Sabtu pukul 09.00-15.00 WIB, dengan waktu istirahat pukul 12.00-13.00 WIB. Khusus hari Jumat, jam operasional menyesuaikan waktu salat Jumat.

Sementara itu, kuota kunjungan rombongan dibatasi sebanyak 250 orang pada sesi pagi pukul 09.00-12.00 WIB dan 200 orang pada sesi siang pukul 13.00-15.00 WIB.

Christoforus menuturkan, Konferensi Asia-Afrika yang berlangsung pada 18-24 April 1955 di Gedung Merdeka diikuti oleh 29 negara Asia dan Afrika. Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting lahirnya semangat solidaritas negara-negara berkembang dalam memperjuangkan kemerdekaan, persamaan derajat, serta perdamaian dunia.

Ia berharap nilai-nilai yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika terus diwariskan kepada generasi muda agar semangat persaudaraan, diplomasi, dan perdamaian dunia tetap terjaga. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Bandung Jadi Tuan Rumah Seri IV Kejuaraan PBTI, 1.700 Atlet dari 18 Provinsi Bertanding

Pendidikan

Dedi Mulyadi Buka Peluang Guru dan Siswa Jabar Tempuh Pendidikan Internasional di Inggris

Pendidikan

Pemko Bandung Perkuat Layanan IGD RSUD Bandung Kiwari, Response Time Capai 99 Persen

Pendidikan

Surplus Neraca Perdagangan Jawa Barat Tembus USD 11,31 Miliar hingga Mei 2026

Pendidikan

Warga Bandung Kini Bisa Konsultasi Psikolog di 12 Puskesmas Tanpa Surat Rujukan

Pendidikan

Pemko Bandung Aktifkan Kembali Siskamling dan Ronda Malam Cegah Begal saat Libur Sekolah