Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Program Bilingual untuk Murid Tuli

Heri - Minggu, 05 Juli 2026 19:20 WIB
Kemendikdasmen memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dengan menggandeng Pijar Foundation dan sejumlah mitra strategis untuk menghadirkan Program Pendidikan Bilingual bagi murid Tuli.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dengan menggandeng Pijar Foundation dan sejumlah mitra strategis untuk menghadirkan Program Pendidikan Bilingual bagi murid Tuli.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih ramah dan setara, sehingga murid Tuli memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Fajar Riza Ul Haq mengatakan pendidikan inklusif merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu bagi seluruh anak Indonesia tanpa memandang kondisi fisik, sensorik, intelektual, sosial, emosional, maupun psikologis.

"Komitmen kami di pemerintah adalah mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Makna 'semua' ini sangat inklusif. Sudah menjadi kewajiban pemerintah memastikan ekosistem pendidikan kita betul-betul inklusif," ujar Fajar.

Menurutnya, layanan pendidikan bagi murid Tuli bukanlah program pelengkap, melainkan bagian penting dari sistem pendidikan nasional. Ia menilai paradigma pendidikan di Indonesia kini semakin mengarah pada pendidikan yang inklusif, seiring meningkatnya jumlah peserta didik berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah reguler.

Data Kemendikdasmen menunjukkan, dari lebih dari 381 ribu peserta didik berkebutuhan khusus, sekitar 217 ribu di antaranya saat ini menempuh pendidikan di satuan pendidikan inklusif.

"Besarnya jumlah peserta didik di sekolah inklusif menunjukkan bahwa kita bergerak menuju paradigma pendidikan yang inklusif, bukan segregatif," katanya.

Dalam kolaborasi tersebut, Pijar Foundation menghadirkan model pembelajaran bilingual yang memadukan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dengan bahasa Indonesia tulis dan lisan.

Direktur Eksekutif Pijar Foundation, Cazadira Fediva Tamzil mengatakan pengakuan terhadap bahasa isyarat menjadi fondasi penting agar murid Tuli dapat memahami materi pembelajaran sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir dan berinteraksi.

Sementara itu, Ketua Tim Kurikulum dan Peneliti Bahasa Isyarat Pijar Foundation, Adhi Kusumo Bharoto, mengajak masyarakat untuk melihat perbedaan sensorik sebagai bagian dari keberagaman potensi anak, bukan sebagai keterbatasan.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari The Nippon Foundation. Executive Director The Nippon Foundation, Ichiro Kabasawa, membagikan pengalaman sejumlah negara di Asia Tenggara yang berhasil menerapkan pendidikan bilingual bagi murid Tuli hingga mampu melahirkan lulusan yang mandiri dan berperan sebagai pemimpin di komunitasnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga filantropi, dan masyarakat sipil menjadi kunci dalam memperluas akses pendidikan inklusif di Indonesia.

"Penandatanganan hari ini merupakan demonstrasi kuat tentang apa yang bisa dicapai ketika pemerintah, masyarakat sipil, dan mitra filantropis berkumpul di sekitar tujuan yang sama. Ini bukan sekadar perjanjian formal, tetapi komitmen bersama agar anak-anak Tuli memiliki kesempatan lebih luas untuk belajar, tumbuh, dan berkontribusi bagi masyarakat," ujar Pratikno.

Melalui Program Pendidikan Bilingual untuk Tuli, Kemendikdasmen berharap semakin banyak sekolah mampu menghadirkan layanan pembelajaran yang inklusif, sehingga setiap anak Indonesia, termasuk murid Tuli, memperoleh hak yang sama untuk belajar, mengembangkan potensi, dan meraih masa depan yang lebih baik. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kemendikdasmen Perkuat LKP Cetak SDM Berdaya Saing Global

Pendidikan

Kemendikdasmen Sempurnakan Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

Pendidikan

Kemendikdasmen Perkuat Pendataan Prasarana Sekolah untuk Percepat Revitalisasi hingga 2028

Pendidikan

BKPDM Perbarui Capaian Pembelajaran Agama dan Budi Pekerti

Pendidikan

Kemendikdasmen Usulkan Penguatan Tata Kelola Pendidikan dalam RUU Sisdiknas

Pendidikan

Kemendikdasmen Perkuat Kebijakan Pendidikan Berbasis Data Lewat Pemetaan Kemahiran Berbahasa