Kemendikdasmen Sempurnakan Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

Heri - Minggu, 05 Juli 2026 15:55 WIB
Webinar Memahami Perubahan Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Senin (29/6/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) resmi menyempurnakan Capaian Pembelajaran (CP) mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, kebijakan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Kepala BKPDM Nomor 20 Tahun 2026 sebagai perubahan atas Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025.

Kepala BKPDM Toni Toharudin mengatakan penyempurnaan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan proses pembelajaran tetap relevan, bermakna, dan mampu mendukung perkembangan peserta didik secara utuh.

Dalam webinar Memahami Perubahan Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Senin, Toni menjelaskan bahwa penyesuaian dilakukan melalui kerja sama Kemendikdasmen dan Kementerian Agama, dengan fokus pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.

Menurutnya, perubahan tersebut diharapkan dapat memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui penguatan nilai-nilai moral, keagamaan, dan kompetensi yang sejalan dengan tujuan pendidikan nasional.

Toni menegaskan bahwa perubahan hanya berlaku pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. Sementara itu, capaian pembelajaran untuk mata pelajaran lainnya tetap mengacu pada ketentuan sebelumnya dan tidak mengalami perubahan.

Ia juga mengajak pemerintah daerah, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk menyampaikan informasi mengenai kebijakan tersebut secara utuh dan akurat agar implementasinya berjalan efektif dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

"Kami berharap seluruh satuan pendidikan segera mempelajari keputusan ini sebagai pedoman dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. BKPDM akan terus mendukung implementasi melalui sosialisasi, diseminasi, serta penyediaan berbagai materi pendukung," ujar Toni.

Sementara itu, Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Laksmi Dewi, menjelaskan bahwa penyempurnaan capaian pembelajaran mengusung delapan profil lulusan sebagai kompetensi utuh yang diharapkan dimiliki peserta didik setelah menyelesaikan pendidikan.

Delapan profil lulusan tersebut meliputi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, kemampuan bernalar kritis, kreativitas, kemandirian, kolaborasi, komunikasi, serta kesehatan.

Laksmi menjelaskan, pada program intrakurikuler kompetensi dirumuskan dalam bentuk capaian pembelajaran yang menjadi acuan guru dalam proses belajar mengajar.

Sementara itu, program kokurikuler dikembangkan melalui tema-tema yang disesuaikan dengan konteks sosial budaya dan karakteristik peserta didik.

Ia menambahkan, penyusunan kompetensi menggunakan pendekatan taksonomi yang berbeda sesuai karakteristik masing-masing mata pelajaran agama.

Pendidikan Agama Islam, Hindu, dan Buddha menggunakan taksonomi Structure of the Observed Learning Outcome (SOLO), Pendidikan Agama Kristen menggunakan pendekatan Wiggins, sedangkan Pendidikan Agama Katolik mengacu pada kerangka kerja Wiggins dan McTighe.

Menurut Laksmi, penyempurnaan capaian pembelajaran mencakup penyesuaian materi pembelajaran, penyempurnaan rumusan kompetensi, serta penguatan pendidikan karakter melalui integrasi kurikulum berbasis cinta, delapan profil lulusan, dan moderasi beragama pada bagian rasional, tujuan, serta karakteristik mata pelajaran. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

OPSI 2026 Jadi Wadah Pengembangan Talenta Penelitian dan Inovasi Siswa

Pendidikan

Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Pancasila melalui Budaya Sekolah

Pendidikan

Kemendikdasmen dan OJK Perkuat Literasi Keuangan Siswa melalui Rumah Pendidikan

Pendidikan

Kemendikdasmen Dorong Transformasi Layanan BK di Sekolah

Pendidikan

Kemendikdasmen Perluas Akses Pelatihan Guru di Tengah Perkembangan AI

Pendidikan

Kemendikdasmen Perkuat Diplomasi Indonesia-Prancis Lewat Bahasa dan Sastra