Bandung (buseronline.com) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuka peluang bagi guru dan siswa di Jawa Barat untuk memperoleh pendidikan bertaraf internasional melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank BJB, dan University of Nottingham.
Dilansir dari laman Jabarprov, kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Gedung Bale Pakuan,
Bandung, Kamis.
Dalam program tersebut, guru terbaik dari Sekolah Manusia Unggul (Maung) akan mendapat kesempatan mengikuti program pembelajaran di Inggris selama maksimal tiga bulan.
"Guru yang terbaik dari mereka akan saya pilih studi di Inggris minimal tiga bulan untuk belajar. Untuk memahami bahwa sistem pembelajaran di universitas besar luar negeri tidak semata-mata selalu tentang teknologi digital," ujar Dedi.
Selain program bagi para guru, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyiapkan beasiswa kuliah penuh bagi 10 siswa terbaik Sekolah Maung untuk melanjutkan pendidikan di University of Nottingham.
Menurut Dedi, kerja sama ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga menjadi wadah memperkenalkan bahasa, sejarah, dan kebudayaan Sunda kepada masyarakat internasional.
"Hari ini kita melakukan MoU antara Pemerintah Jawa Barat dan Bank BJB. Di dalamnya ada kerja sama untuk saling mengenalkan budaya. Bahasa Sunda dan sejarah peradaban Sunda ingin menjadi bagian yang dikenalkan di Nottingham," katanya.
Ia menegaskan, kemajuan pendidikan harus berjalan beriringan dengan pelestarian identitas budaya daerah. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berencana membentuk Institut Siliwangi sebagai pusat pengenalan peradaban dan kebudayaan Sunda di lingkungan akademik internasional.
"Saya ingin memberikan pembelajaran kepada masyarakat Jawa Barat bahwa kita bisa maju dengan tetap berkebudayaan," tegas Dedi.
Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap semakin banyak guru dan siswa memperoleh akses pendidikan internasional, sekaligus memperkenalkan budaya Sunda di tingkat global. (R)