Batam (buseronline.com) - Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut generasi muda tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, dan beradaptasi dengan berbagai perubahan.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai bagian dari transformasi pendidikan.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, saat menyampaikan kuliah umum bertajuk Hukum Internasional dan Tantangannya pada Era Digital di Batam, Kepulauan Riau, pada 28 Juni 2026.
Menurut Atip, transformasi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari interaksi sosial, aktivitas ekonomi, hingga tata kelola global.
Di sisi lain, perkembangan tersebut juga memunculkan tantangan baru, seperti keamanan siber, perlindungan data pribadi, kejahatan lintas negara, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial yang membutuhkan pemahaman hukum, etika, dan kerja sama internasional.
"Perkembangan teknologi saat ini berlangsung sangat cepat. Karena itu, generasi muda harus memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berpikir kritis, serta memahami berbagai dampak dari perkembangan teknologi digital," ujar Atip.
Ia menegaskan, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreativitas, kemampuan bernalar kritis, serta mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Sebagai bentuk komitmen tersebut, Kemendikdasmen terus memperkuat implementasi Pembelajaran Mendalam.