IFP Tingkatkan Antusias Belajar Murid Berkebutuhan Khusus di SLB YPPC Banda Aceh

Heri - Kamis, 02 Juli 2026 11:29 WIB
Pemanfaatan IFP di SLB YPPC Banda Aceh membawa perubahan positif dalam proses pembelajaran bagi murid berkebutuhan khusus.

Banda Aceh (buseronline.com) - Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di SLB YPPC Banda Aceh membawa perubahan positif dalam proses pembelajaran bagi murid berkebutuhan khusus.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, teknologi ini membantu guru menghadirkan materi yang lebih interaktif, menarik, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar setiap anak, baik yang mengandalkan visual maupun auditori.

Guru Kelas Hambatan Penglihatan SLB YPPC Banda Aceh, Novi Widiastuti mengatakan kehadiran IFP memberikan kemudahan dalam menyampaikan materi kepada murid tunanetra maupun low vision.

"Interactive Flat Panel sangat membantu pembelajaran, terutama bagi murid tunanetra yang mengandalkan informasi melalui audiovisual. Anak-anak menjadi lebih semangat, antusias, dan rasa ingin tahunya meningkat karena pembelajaran tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi juga melalui media yang bisa disesuaikan dengan kemampuan penglihatan masing-masing," ujar Novi.

Sebelum menggunakan IFP, proses belajar mengajar lebih banyak mengandalkan buku Braille, speaker, dan laptop. Kini, guru dapat memperbesar huruf dan gambar untuk murid low vision, sementara murid tunanetra memperoleh materi melalui narasi, audio, video, serta bahan ajar yang dipadukan dengan huruf Braille.

"Saya bisa memperbesar huruf dan gambar untuk murid low vision, sementara murid tunanetra dapat belajar melalui narasi, audio, video, serta materi yang dipadukan dengan huruf Braille. Pembelajaran menjadi jauh lebih interaktif dan membuat murid lebih percaya diri mengakses materi," katanya.

Hal serupa disampaikan Guru Kelas IIIQ, Anggawinata. Menurutnya, kombinasi gambar, video, suara, dan animasi pada IFP membuat murid lebih mudah memahami materi dibandingkan pembelajaran konvensional.

"Anak autisme lebih mudah belajar lewat gambar dan suara. Dulu ada murid yang sulit fokus dan sering tantrum, tetapi ketika saya memutar video pembelajaran di IFP, ia bisa duduk tenang hingga selesai dan fokus memperhatikan layar. Perkembangannya luar biasa," ungkapnya.

Ia menjelaskan, fleksibilitas IFP memungkinkan guru menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter dan kebutuhan masing-masing murid.

"Ada yang lebih mudah memahami gambar, ada yang lebih paham lewat video atau audio. Semuanya bisa disesuaikan sehingga belajar tidak lagi monoton. Anak-anak juga lebih aktif karena dapat langsung berinteraksi melalui layar sentuh," ujarnya.

Meski demikian, Anggawinata mengingatkan bahwa penggunaan teknologi di kelas tetap memerlukan pendampingan guru, terutama saat mendampingi murid autisme.

"Guru harus selalu mendampingi ketika anak menggunakan IFP. Saat anak sedang tantrum, ada risiko mereka merusak layar tanpa disadari. Karena itu pengawasan yang intens dan kesiapsiagaan guru menjadi bagian penting agar pembelajaran tetap aman dan efektif," katanya.

Novi dan Anggawinata berharap penambahan unit IFP dapat dilakukan di setiap kelas agar semakin banyak murid berkebutuhan khusus yang memperoleh akses terhadap pembelajaran yang inklusif, menarik, dan sesuai dengan karakter belajar mereka.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 271 sekolah di Kota Banda Aceh telah menerima bantuan Interactive Flat Panel pada 2025 melalui program digitalisasi pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menyampaikan apresiasi kepada sekolah penerima bantuan tersebut sekaligus menjelaskan arah kebijakan digitalisasi pendidikan pada 2026.

"Selamat kepada sekolah yang telah mendapat bantuan digitalisasi di tahun 2025. Selanjutnya, prioritas kami pada tahun 2026 adalah digitalisasi untuk sekolah yang terdampak bencana, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Prioritas kedua adalah sekolah-sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah yang mengalami kerusakan berat. Kami berupaya semaksimal mungkin agar program prioritas Bapak Presiden ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya," ujar Abdul Mu'ti. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Badan Bahasa Tinjau Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu di SDN 54 Banda Aceh