SDN 001 Merdeka, Sekolah Dasar Tertua di Kota Bandung, Masih Kokoh Berdiri Sejak 1884

Heri - Rabu, 01 Juli 2026 13:00 WIB
Di tengah modernisasi kawasan pusat Kota Bandung, SD Negeri 001 Merdeka tetap berdiri kokoh sebagai saksi sejarah pendidikan.

Bandung (buseronline.com) - Di tengah modernisasi kawasan pusat Kota Bandung, SD Negeri 001 Merdeka tetap berdiri kokoh sebagai saksi sejarah pendidikan.

Dilansir dari laman Jabarprov, sekolah yang berada di Jalan Merdeka itu tercatat sebagai sekolah dasar tertua di Kota Bandung dengan bangunan yang telah berusia lebih dari 140 tahun. Bangunan yang didirikan pada 1884 tersebut hingga kini masih mempertahankan arsitektur aslinya.

Struktur utama, pintu, jendela, hingga material kayu jati tetap dipertahankan, sementara perbaikan hanya dilakukan pada bagian tertentu seperti genting, plafon, dan pengecatan sebagai bagian dari pemeliharaan rutin.

Humas SDN 001 Merdeka, Firman Mauluddin mengatakan berdasarkan literatur sejarah yang dimiliki sekolah, gedung tersebut dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Saat itu bangunan digunakan sebagai tempat belajar anak-anak Belanda pada pagi hari, sedangkan sore harinya dimanfaatkan oleh anak-anak pribumi dari kalangan priyayi.

"Bangunan atau gedung yang sekarang menjadi SD Negeri 001 Merdeka ini menurut sejarah yang tertulis dibangun tahun 1884. Konon digunakan sebagai tempat bersekolah anak-anak Belanda, sedangkan sore harinya digunakan anak-anak pribumi dari kaum priyayi," ujar Firman saat ditemui di SDN 001 Merdeka, Selasa.

Menurut Firman, bangunan utama yang kini berstatus cagar budaya memiliki lima ruang kelas dengan langit-langit setinggi sekitar empat hingga lima meter. Desain tersebut membuat sirkulasi udara tetap baik sehingga ruangan terasa sejuk tanpa pendingin udara modern.

Ia menambahkan, hampir seluruh kusen, pintu, dan rangka bangunan masih menggunakan kayu jati asli yang tetap kokoh dan tidak mengalami kerusakan akibat rayap.

Seiring perkembangan kebutuhan pendidikan, sebagian ruang di bangunan lama kini dialihfungsikan menjadi ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, dan ruang guru. Hanya satu ruang yang masih digunakan sebagai ruang kelas di bangunan bersejarah tersebut.

Firman menjelaskan, sebelum penggabungan sekolah pada 2017, kompleks tersebut dihuni enam sekolah dasar. Setelah kebijakan penggabungan diberlakukan, seluruhnya menjadi SD Negeri 001 Merdeka.

Saat ini sekolah berdiri di atas lahan sekitar 3.500 meter persegi dengan 36 ruang kelas yang sebagian besar merupakan bangunan baru. Meski demikian, gedung utama peninggalan tahun 1884 tetap dipertahankan sebagai identitas sekaligus warisan sejarah pendidikan di Kota Bandung.

Sekolah juga masih menyimpan sejumlah benda bersejarah, seperti papan tulis lipat yang dahulu digunakan untuk menulis dengan kapur serta lonceng sekolah tua yang masih digunakan pada momen tertentu.

Hingga kini bangunan tersebut belum pernah mengalami renovasi besar. Perbaikan hanya dilakukan berupa penggantian genting yang lapuk, pengecatan, dan pemeliharaan ringan karena statusnya sebagai bangunan cagar budaya tidak memperbolehkan perubahan pada struktur aslinya.

Firman berharap pemerintah dapat menyediakan anggaran khusus untuk pemeliharaan gedung bersejarah tersebut agar kelestariannya tetap terjaga. Selain itu, ia juga berharap adanya kebijakan yang memberi fleksibilitas dalam penerimaan murid baru mengingat lokasi sekolah berada di kawasan pusat kota yang jumlah penduduknya relatif sedikit.

"Kami berharap ada kebijakan khusus agar jangkauan penerimaan murid bisa diperluas. Dengan begitu eksistensi SD Negeri 001 Merdeka sebagai sekolah dasar tertua di Kota Bandung tetap terjaga dan terus menjadi bagian penting dari sejarah sekaligus masa depan pendidikan di Kota Bandung," tutup Firman. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

RSUD Bandung Kiwari Perkuat Pemahaman Standar Pelayanan IGD Lewat Forum Komunikasi Publik

Pendidikan

Farhan: Rumah Belajar Sabilulungan Jadi Penguat Akses Pendidikan Anak di Bandung

Pendidikan

Bandung Raih Tiga Penghargaan di Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026, Batik Patrakomala Jadi Sorotan

Pendidikan

Pemko Bandung Luncurkan Layanan Konseling Psikologis Bangbara untuk Warga

Pendidikan

Pemko Bandung Sediakan Deteksi Dini Kanker Gratis di Puskesmas, Peluang Kesembuhan Bisa Capai 90 Persen

Pendidikan

Dari Hobi Menjadi Prestasi, Anisa Rina Siap Wakili Jawa Barat di O2SN Nasional 2026