Pemkab Taput Kukuhkan Kampung Siaga Bencana Saoloan di Adian Koting

Administrator - Senin, 29 Juni 2026 18:39 WIB
Tampak Wakil Bupati Taput Deni Lumbantoruan dan Camat Adian Koting yang baru Lam Miduk Sinaga SP (duduk paling kiri) saat pengukuhan Kampung Siaga Bencana "Soaloan" di lapangan SMPN 5 Adian Koting, Senin (29/6/2026).

Adian Koting (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mengukuhkan pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) "Saoloan" sekaligus menggelar simulasi Standar Operasional Prosedur (SOP) penanggulangan bencana di Lapangan SMP Negeri 5 Adian Koting, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana alam.

Pengukuhan dipimpin Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, yang bertindak sebagai pembina apel. Dalam sambutannya, Deni menegaskan bahwa pembentukan KSB menjadi bagian dari perubahan paradigma penanggulangan bencana, dari yang semula berorientasi pada penanganan pascabencana menjadi upaya mitigasi dan pengurangan risiko berbasis masyarakat.

"Pengukuhan ini bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari tanggung jawab kemanusiaan yang besar. Melalui KSB, masyarakat diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian harta benda akibat bencana," ujarnya.

Ia menjelaskan, Kecamatan Adian Koting merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, cuaca ekstrem, hingga gempa bumi tektonik karena kondisi geografis yang berbukit.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Tapanuli Utara, Rafles Sergius Gultom, menyampaikan bahwa pembentukan KSB Saoloan telah melalui proses persiapan sejak 26 hingga 29 Juni 2026. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi kebencanaan yang diikuti 70 peserta, pelatihan teknis bagi 60 pengurus KSB, serta simulasi uji SOP kedaruratan yang melibatkan 275 peserta.

KSB Saoloan akan melayani tujuh desa rawan bencana di Kecamatan Adian Koting, yakni Desa Pagaran Lambung I, Pagaran Lambung II, Pagaran Lambung III, Pagaran Lambung IV, Desa Sibingke, Desa Pagaran Pisang, dan Desa Adian Koting.

Kepengurusan KSB Saoloan dipimpin Aldi M Simatupang sebagai Ketua, Nur Alifik sebagai Sekretaris, dan Elsa M Pandiangan sebagai Bendahara, serta didukung sejumlah koordinator bidang, mulai dari tim evakuasi hingga dapur umum.

Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA). Sebagai bentuk penguatan kesiapsiagaan logistik, Kemensos juga membangun Lumbung Sosial di Desa Sibalanga yang dilengkapi persediaan sembako, peralatan dapur umum lapangan, serta berbagai perlengkapan logistik kebencanaan.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap keberadaan KSB Saoloan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus menjadi percontohan bagi kecamatan lain dalam membangun budaya sadar bencana di wilayah Tapanuli Utara. (Galung)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Festival Drumband Piala Bupati Taput Semarakkan HUT ke-81 RI, 26 Sekolah Ikut Ambil Bagian

Pendidikan

Pemkab Taput Bagikan 1.814 Bendera Merah Putih, Kobarkan Semangat Nasionalisme

Pendidikan

Rektor USU: Kemampuan Komunikasi Jadi Kunci Sukses Mahasiswa

Pendidikan

USU Relokasi Sementara Chapel, Kegiatan Ibadah Tetap Difasilitasi

Pendidikan

Pemkab Taput Ajukan Revitalisasi 25 Sekolah ke Mendikdasmen

Pendidikan

Pertamina Edukasi 110 Pelajar SMA Al-Azhar Medan tentang Pencegahan HIV/AIDS