Pati (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Pati menggelar kegiatan pendidikan antikorupsi pada satuan pendidikan tahun 2026 yang dipusatkan di halaman SMP Negeri 1 Juwana, Jumat.
Dilansir dari laman Jatengprov, kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kejujuran, integritas, serta pemahaman mengenai dampak buruk korupsi sejak dini kepada para pelajar.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi perlu diberikan sejak usia sekolah agar menjadi bekal karakter bagi siswa di masa depan, baik ketika melanjutkan pendidikan maupun saat terjun ke masyarakat.
"Pendidikan
antikorupsi harus kita ajarkan sejak dini. Generasi muda Kabupaten
Pati harus memahami apa itu korupsi dan dampak buruknya, sehingga nilai-nilai
antikorupsi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Ia menjelaskan, jenjang SMP merupakan fase penting dalam pembentukan karakter siswa. Menurutnya, fondasi nilai kejujuran dan integritas yang dibangun sejak SMP akan berpengaruh hingga jenjang pendidikan berikutnya bahkan dunia kerja.
Chandra juga mengingatkan bahwa praktik tidak jujur tidak hanya berkaitan dengan korupsi di pemerintahan, tetapi juga dapat muncul dalam lingkungan pendidikan, seperti saat mengerjakan tugas sekolah atau penggunaan internet untuk belajar.
"Kalian boleh mencari referensi dari internet, tetapi jangan sekadar menyalin. Pahami, pelajari, dan jadikan itu bagian dari proses belajar yang sebenarnya," pesannya kepada para siswa.
Selain itu, ia menekankan pentingnya keberanian mengakui kesalahan dan kemauan untuk memperbaiki diri sebagai bagian dari integritas. Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru
SMP Negeri 1 Juwana yang dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurutnya, pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. (R)