Sragen (buseronline.com) - Alunan gamelan dan tembang Jawa menghidupkan suasana Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati di Sragen saat digelarnya Lomba Karawitan Pelajar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen, Kamis.
Dilansir dari laman Jatengprov, sebanyak 29 kelompok pelajar mengikuti kompetisi tersebut, terdiri dari 23 kelompok tingkat Sekolah Dasar (SD) dan enam kelompok tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan juga diramaikan dengan pameran lukisan Garuka (Gala Rupa untuk Sukowati) yang menampilkan karya seni para peserta.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Purwanti mengatakan lomba karawitan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menanamkan kecintaan terhadap seni budaya tradisional kepada generasi muda sejak usia dini.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelajar mengenai seni karawitan, sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya daerah di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat.
"Karawitan merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Potensi budaya ini perlu terus diberdayakan agar tidak punah," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Sragen, Johny Adhi Aryawan, menilai lomba karawitan pelajar menjadi wadah yang efektif untuk mengembangkan bakat sekaligus mendorong prestasi anak-anak di bidang seni tradisional.
Ia menyebut, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya regenerasi pelestari seni karawitan di Kabupaten Sragen sehingga kesenian tradisional tetap lestari dan diminati generasi muda.
Ketua Tim Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Sragen, Sugiyanti, menambahkan bahwa lomba karawitan tidak hanya bertujuan melestarikan budaya lokal di lingkungan sekolah, tetapi juga memperkenalkan seni tradisional kepada masyarakat luas.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi dan hiburan yang mampu menunjukkan bahwa seni karawitan masih memiliki tempat di hati pelajar. Karena itu, ajang serupa perlu terus diapresiasi dan diselenggarakan secara berkelanjutan.
"Lomba karawitan pelajar ini sangat dinantikan dan perlu terus dipentaskan agar seni tradisional tetap hidup di tengah masyarakat," katanya.
Sebagai informasi, dewan juri dalam perlombaan tersebut terdiri dari Purwanto, Setyo Purwadu, dan Bambang Sosodoro Rawan Jayantoro yang melakukan penilaian terhadap penampilan para peserta berdasarkan kemampuan teknik, kekompakan, dan penguasaan materi karawitan. (R)