Sragen (buseronline.com) - Pembangunan Sekolah Rakyat 78 di Kabupaten Sragen dipastikan berjalan sesuai target dan siap digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026.
Dilansir dari laman Jatengprov, kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan verifikasi lapangan oleh Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Kecamatan Mondokan, Selasa.
Kunjungan tersebut dipimpin Tenaga Ahli Utama KSP, Armindo Dos Santos Soares, bersama jajaran pemerintah daerah yang disambut langsung oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Wakil Bupati Suroto, Sekretaris Daerah, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sragen.
Armindo menyampaikan bahwa verifikasi dilakukan untuk mencocokkan laporan progres pembangunan yang diterima pemerintah pusat dengan kondisi nyata di lapangan. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa progres pembangunan telah sesuai dengan laporan yang disampaikan sebelumnya.
"Setelah kami lihat langsung di lapangan, progres pembangunan sesuai dengan laporan yang kami terima, dan optimistis Sekolah Rakyat ini dapat digunakan pada 13 Juli mendatang," ujarnya.
Ia menjelaskan, progres pembangunan fisik saat ini telah mencapai sekitar 83,7 persen dengan target penyelesaian kontrak pada 20 Juni 2026. Penyempurnaan fasilitas ditargetkan rampung sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah, khususnya kategori desil 1 dan 2.
Secara nasional, terdapat 93 titik pembangunan Sekolah Rakyat yang sedang dikerjakan. Untuk wilayah Sragen, proyek ini menelan anggaran sekitar Rp222 miliar dari total anggaran nasional sebesar Rp1,3 triliun.
Kompleks Sekolah Rakyat Sragen dibangun dengan 23 gedung utama yang meliputi ruang kelas SD, SMP, dan SMA, masjid, delapan asrama siswa, rumah susun guru, dapur umum, kantin, gedung serbaguna, serta fasilitas penunjang lainnya.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyampaikan apresiasi atas verifikasi yang dilakukan oleh Kantor Staf Presiden. Ia menegaskan bahwa hasil pengecekan di lapangan sesuai dengan laporan progres yang disampaikan.
"Alhamdulillah, data dan kondisi di lapangan sudah klop. Progresnya sangat baik dan insyaallah saat tahun ajaran baru sudah bisa digunakan," ujarnya.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat Sragen nantinya akan menampung hingga 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Pemerintah daerah berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat kurang mampu.
Pemerintah Kabupaten Sragen juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan proyek strategis tersebut sehingga dapat berjalan sesuai rencana dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat. (R)