Pemprov Jabar dan UPI Kolaborasi Perkuat Pendidikan, 1.066 Mahasiswa Siap Mengajar di Sekolah

Heri - Kamis, 18 Juni 2026 18:02 WIB
Pemprov Jabar resmi menjalin kolaborasi dengan UPI melalui penandatanganan PKS program penguatan PROBIDIK yang berlangsung di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (15/6/2026).

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi menjalin kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Penguatan Profesional Bidang Kependidikan (PROBIDIK) yang berlangsung di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin.

Dilansir dari laman Jabarprov, penandatanganan kerja sama tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Munajat Cinta, Menjemput Tahun Baru dan Murid Baru 1 Muharam 1448 Hijriah.

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I hingga XIII, serta para kepala SMA, SMK, dan SLB negeri se-Jawa Barat.

Rektor Didi Sukyadi mengatakan, program PROBIDIK hadir sebagai salah satu solusi untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di Jawa Barat.

Menurutnya, setiap tahun ribuan guru memasuki masa pensiun, sementara jumlah guru pengganti belum mampu mengimbangi kebutuhan yang ada.

Sebagai langkah konkret, UPI menerjunkan sebanyak 1.066 mahasiswa untuk ditempatkan di berbagai sekolah sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

"Mahasiswa akan ditempatkan di sekolah-sekolah berdasarkan kebutuhan riil masing-masing satuan pendidikan. Penempatan dilakukan melalui proses pencocokan antara kebutuhan guru di sekolah dengan bidang keahlian mahasiswa," ujar Didi.

Ia menjelaskan, seluruh mahasiswa yang diterjunkan telah melalui proses rekrutmen dan pembekalan dari UPI maupun Pemprov Jabar.

Selama bertugas di lapangan, mereka akan mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing UPI serta guru pamong dari sekolah agar proses pembelajaran berjalan efektif dan tepat sasaran.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkutat pada persoalan anggaran maupun penyediaan sarana dan prasarana pendidikan. Menurutnya, tantangan terbesar justru berada pada pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

"Pendidikan sejati dibangun melalui keteladanan, cinta, dan keikhlasan yang tumbuh dari lingkungan keluarga maupun sekolah. Pendidikan bukan sekadar mengejar metodologi atau teknologi, tetapi bagaimana kita membentuk manusia yang berkarakter, memiliki integritas, dan mampu menghadapi kehidupan," katanya.

Dedi juga menyoroti pentingnya mengembalikan peran keluarga sebagai fondasi utama pendidikan karakter anak. Ia optimistis berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi saat ini dapat diatasi melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, guru, dan orang tua.

Melalui kerja sama PROBIDIK, Pemprov Jabar dan UPI berharap dapat memperkuat kualitas pendidikan di Jawa Barat sekaligus membantu sekolah mengatasi kekurangan tenaga pendidik akibat tingginya angka pensiun guru setiap tahunnya. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Pemprov Jabar Raih Opini WTP ke-15 Berturut-turut dari BPK RI

Pendidikan

Mahasiswa Jabar Didorong Patenkan Inovasi dan Lindungi Hak Cipta

Pendidikan

Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Tangani TPPO dan Lindungi Perempuan-Anak

Pendidikan

Mahasiswa USU Didorong Berani Jadi Pemimpin Masa Depan

Pendidikan

Pemprov Jabar Tanggung Biaya Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Pendidikan

Gubernur Bobby Nasution Apresiasi PMII Sumut dalam Menyuarakan Aspirasi Rakyat dan Mahasiswa