Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, secara resmi membuka pameran lukisan bertajuk "Anak Dalam Lintasan Waktu" yang diselenggarakan oleh Bentara Budaya di Jakarta, Kamis.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, pameran tersebut menampilkan karya para seniman tentang anak serta karya anak-anak yang menggambarkan dunia mereka melalui sudut pandang dan imajinasi sendiri.
Dalam sambutannya, Fajar menegaskan bahwa pengenalan seni sejak usia dini merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang menyeluruh.
Menurutnya, seni tidak hanya berfungsi untuk mengembangkan kreativitas, tetapi juga membantu anak memahami diri dan lingkungannya.
"Kami memandang bahwa ketika anak-anak sejak usia dini dikenalkan dengan dunia seni, termasuk seni lukis, itu merupakan bagian dari upaya mengasah pengalaman estetis anak-anak kita. Dengan cara itu, kita dapat mengajarkan kepada anak-anak bagaimana sesungguhnya menjadi manusia," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pameran yang mempertemukan karya seniman dewasa dan karya anak-anak menjadi ruang budaya yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik. Selain berkembang secara intelektual, anak juga diberi kesempatan untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya.
Fajar juga menyoroti peran seni dalam mendukung kesehatan psikologis anak. Menurutnya, kegiatan seni dapat menjadi sarana bagi anak untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman batin yang mereka alami. "Seni menjadi ruang bagi anak untuk mengekspresikan suasana kebatinannya," katanya.
Lebih lanjut, ia menilai karya-karya yang dipamerkan tidak hanya menunjukkan kemampuan melukis anak, tetapi juga menghadirkan gambaran tentang cara mereka memandang diri sendiri, lingkungan, dan kehidupan sehari-hari.
Pertemuan antara karya orang dewasa dan karya anak-anak dinilai mampu menciptakan dialog imajinatif yang memperkaya perspektif kedua pihak.
Sementara itu, General Manager Bentara Budaya, Ilham Khoiri menjelaskan bahwa pameran ini merupakan kolaborasi antara karya para seniman yang menjadi koleksi Bentara Budaya dengan karya anak-anak berusia 6 hingga 16 tahun yang diundang secara khusus untuk menggambarkan dunia mereka.
Seluruh karya dalam pameran ini dikurasi oleh Frans Sartono dan Efix Mulyadi. Menurut Ilham, karya para seniman dewasa umumnya menempatkan anak sebagai bagian dari narasi yang lebih luas, seperti pendidikan, kehidupan sosial, dan dinamika masyarakat.
Sebaliknya, karya anak-anak lebih banyak merekam pengalaman sehari-hari yang dituangkan secara spontan berdasarkan emosi dan imajinasi mereka. "Bentara Budaya sangat mendukung anak-anak untuk berkembang melalui kreativitas. Melalui lukisan, anak-anak dapat menemukan dirinya dan bercerita tentang dunianya kepada orang lain," ujar Ilham.
Pameran "Anak Dalam Lintasan Waktu" menjadi salah satu upaya untuk memberikan ruang bagi anak-anak dalam mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat peran seni sebagai bagian penting dalam pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. (R)