Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat sektor pendidikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sejumlah program prioritas seperti revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kesejahteraan dan kompetensi
guru terus dipercepat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menyampaikan perkembangan program-program tersebut saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.
Dalam laporannya, Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 telah terealisasi sepenuhnya dengan menjangkau 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Program tersebut didukung anggaran lebih dari Rp16,9 triliun untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Untuk tahun 2026, pelaksanaan revitalisasi telah mencapai hampir 70 persen dari alokasi awal.
Sebanyak 11.744 satuan pendidikan saat ini memasuki tahap pengerjaan dan sebagian ditargetkan selesai pada Juli hingga Agustus 2026 agar dapat digunakan pada awal tahun ajaran baru 2026/2027.
Menurut Abdul Mu'ti, program revitalisasi yang dilaksanakan melalui skema swakelola tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Skema swakelola diperkirakan mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja dengan rentang waktu pekerjaan antara tiga hingga delapan bulan," ujarnya dilansir dari laman Kemendikdasmen.
Selain revitalisasi sekolah, Kemendikdasmen juga memperkuat program digitalisasi pembelajaran. Sepanjang 2025, kementerian telah mendistribusikan 288.865 unit Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai satuan pendidikan di Indonesia.