Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya peran kepala sekolah dalam mendekatkan layanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) kepada masyarakat melalui pelaksanaan SPMB Ramah 2026.
Hal tersebut mengemuka dalam Webinar
SPMB Ramah 2026 bertema "Peran Kepala Sekolah Mendekatkan Layanan Penerimaan Murid Baru melalui
SPMB Ramah" yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal dan Informal (Ditjen
PAUD Dikdas PNFI) bersama Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK).
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Direktur KSPSTK Iwan Junaedi mengatakan kepala sekolah memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, SPMB Ramah merupakan upaya bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan.
"Proses penerimaan murid baru harus berlangsung secara transparan, objektif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak. Kepala sekolah perlu memastikan layanan informasi berjalan responsif, tahapan disampaikan secara terbuka, serta tidak ada praktik titipan, pungutan, maupun perlakuan diskriminatif," ujarnya.
Ia menjelaskan, SPMB Ramah dirancang untuk menghadirkan proses penerimaan peserta didik yang transparan, berkeadilan, dan berbasis data. Seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga pengumuman hasil, dilaksanakan secara terbuka guna menjamin akuntabilitas pelaksanaan.
Dalam webinar tersebut, berbagai praktik baik dari daerah turut dibagikan. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat untuk menyukseskan
SPMB Ramah. Ia juga menegaskan komitmen Jawa Tengah melalui gerakan "No Titip, No Jastip" sebagai upaya menjaga integritas proses penerimaan murid baru.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Semarang, Rusmiyanto, menyoroti pentingnya layanan informasi yang mudah diakses dan responsif agar masyarakat memahami seluruh proses penerimaan dengan baik.
Dari Batam, Kepala SMPS 02 Ibnu Sina Batam, Marlianis, menyampaikan bahwa sekolah swasta memiliki peran penting dalam mendukung pemerataan akses pendidikan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Melalui penyelenggaraan webinar ini, Kemendikdasmen menegaskan bahwa keberhasilan SPMB Ramah 2026 merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat.
Dengan sinergi tersebut, pelaksanaan
SPMB diharapkan berlangsung jujur, terbuka, berkeadilan, serta memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. (R)