Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan nasional. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, dalam pertemuan tersebut, Abdul Mu'ti melaporkan perkembangan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (
MBG) yang dinilai sejalan dengan penguatan pendidikan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH).
Salah satu kebiasaan yang ditekankan dalam gerakan tersebut adalah membiasakan anak mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.
Menurut Abdul Mu'ti, hingga 10 Juni 2026, program
MBG telah menjangkau sekitar 80,7 persen murid di Indonesia. Dari total sekitar 53 juta murid, lebih dari 43 juta siswa telah menerima manfaat program tersebut.
"Berbagai survei dan umpan balik pelaksanaan program menunjukkan bahwa sebagian besar murid penerima manfaat berharap program MBG dapat terus dilanjutkan," ujar Abdul Mu'ti dalam keterangannya.
Ia menambahkan, sejumlah penelitian juga menunjukkan dampak positif program tersebut terhadap dunia pendidikan. Kajian yang dilakukan oleh Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia menyebutkan bahwa
MBG berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar, kehadiran siswa di sekolah, serta capaian akademik peserta didik.
Selain membahas MBG, Abdul Mu'ti juga melaporkan perkembangan program Sekolah Nasional Terintegrasi yang menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem pendidikan unggul di berbagai daerah.
Program tersebut dirancang sebagai sekolah unggulan non asrama yang menyediakan layanan pendidikan berkualitas dengan standar terintegrasi.