Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memantau langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 di Posko SPMB Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan SMA Negeri 3 Semarang, Sabtu.
Dilansir dari laman Jatengprov, pelaksanaan SPMB sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Beberapa kendala yang muncul umumnya berkaitan dengan penggunaan aplikasi pendaftaran, seperti proses unggah data oleh calon peserta didik dan orang tua.
Namun, kendala tersebut dapat segera diatasi melalui bantuan petugas yang siaga memberikan pendampingan. "Rata-rata tidak bisa mengaplikasikan terkait unggah data dan sebagainya, tapi sudah kita bantu semuanya," ujar Ahmad Luthfi.
Luthfi mengapresiasi dedikasi para petugas SPMB yang tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat meskipun pada hari libur. Menurutnya, pelayanan yang maksimal sangat penting untuk memastikan seluruh calon peserta didik memperoleh kesempatan yang sama dalam memilih sekolah.
"Ini salah satu bentuk pelayanan kita, agar anak-anak yang mendaftar SMA ini bisa memilih dan memilah. Mereka itu merupakan aset bagi provinsi di masa yang akan datang," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjalankan SPMB secara transparan dan berintegritas melalui slogan "No Titip-titip, No Jastip".
Ia meminta seluruh petugas bekerja secara profesional dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keluhan.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, kuota penerimaan SMA Negeri terdiri atas jalur domisili sebesar 33 persen, afirmasi 32 persen, prestasi 30 persen, dan mutasi 5 persen. Sementara itu, kuota penerimaan SMK Negeri meliputi jalur prestasi 75 persen, afirmasi 15 persen, dan domisili 10 persen.
"Percayalah, kita bisa merekrut peserta didik secara profesional, sesuai ketentuan, dan tidak melanggar hukum. Berikan penjelasan kepada seluruh orang tua/wali murid dengan jelas agar tidak ada komplain. SPMB 2026 ini harus lebih baik dari tahun kemarin," tegasnya saat menyapa petugas SPMB secara daring.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin menjelaskan bahwa pihaknya telah memperkuat sistem SPMB dengan menggandeng Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jawa Tengah serta perusahaan teknologi Alibaba.
Penguatan sistem dilakukan melalui penggunaan cloud server dengan teknologi auto scaling yang mampu menyesuaikan kapasitas server secara otomatis saat terjadi lonjakan jumlah pendaftar.