Balikpapan (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui program revitalisasi satuan pendidikan yang menjangkau sekolah negeri, swasta, hingga lembaga pendidikan nonformal.
Dilansir dari laman
Kemendikdasmen, dalam kurun waktu dua tahun, sebanyak 123 satuan pendidikan di Kalimantan Timur telah menerima bantuan revitalisasi guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian hasil revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 sekaligus penyerahan simbolis bantuan revitalisasi tahun 2026 kepada satuan pendidikan di Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pada tahun 2025, program revitalisasi telah menyasar 102 satuan pendidikan yang terdiri dari 3 PAUD, 37 SD, 24 SMP, 16 SMA, 17 SMK, 4 SLB, dan 1 PKBM.
Sementara pada tahun 2026, pemerintah kembali mengalokasikan bantuan kepada 21 satuan pendidikan yang meliputi 5 PAUD, 4 SD, 5 SMP, 5 SMA, dan 2 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, secara simbolis menyerahkan bantuan revitalisasi tahun 2026 kepada perwakilan penerima dari berbagai jenjang pendidikan.
Ia juga menandatangani prasasti revitalisasi tahun 2025 sebagai penanda rampungnya pembangunan dan peningkatan sarana pendidikan di sejumlah sekolah penerima bantuan.
Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa revitalisasi merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam menjamin setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
"Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui penguatan kurikulum dan kompetensi guru, tetapi juga melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai agar kegiatan belajar dapat berlangsung secara optimal," ujar Abdul Mu'ti di Balikpapan.
Apresiasi terhadap program tersebut juga disampaikan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui revitalisasi satuan pendidikan menjadi investasi penting dalam mencetak generasi penerus dan calon pemimpin masa depan.
"Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Mendikdasmen. Pendidikan di Kalimantan Timur mendapatkan perhatian yang sangat besar melalui berbagai program nyata, termasuk pembangunan ruang kelas baru dan fasilitas pendukung lainnya," katanya.
Manfaat revitalisasi juga dirasakan langsung oleh SMP Ibnu Hajar Comprehensive Balikpapan sebagai salah satu penerima bantuan.
Guru Informatika sekolah tersebut, Rezki Angraeni, mengungkapkan bahwa revitalisasi telah menghadirkan semangat baru bagi warga sekolah serta meningkatkan efektivitas proses pembelajaran.
Menurutnya, laboratorium yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan fasilitas kini dapat digunakan dengan lebih optimal berkat dukungan sarana pembelajaran yang memadai.
"Penggunaan laboratorium menjadi lebih maksimal karena didukung sumber pembelajaran yang sangat memadai. Selain itu, fasilitas seperti toilet dan sarana pendukung lainnya juga sangat membantu proses pendidikan ke depan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Ibnu Hajar Comprehensive Balikpapan,
Rizki Aditya Akbar, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan terhadap pemerataan mutu pendidikan di berbagai daerah, termasuk sekolah-sekolah di luar Pulau Jawa.
Ia menilai pembangunan laboratorium baru melalui program revitalisasi memberikan ruang yang lebih baik bagi peserta didik untuk bereksplorasi, berinovasi, dan mengembangkan keterampilan dalam lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Program revitalisasi yang turut menjangkau sekolah swasta dan lembaga pendidikan nonformal menunjukkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Melalui penguatan sarana dan prasarana pendidikan, setiap peserta didik diharapkan memiliki kesempatan belajar yang setara tanpa memandang status penyelenggara satuan pendidikan. (R)