Dumai (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mendorong penguatan Trigatra Bangun Bahasa serta percepatan transformasi digital pendidikan saat menghadiri pentas seni di Sekolah Maitreyawira, Kota Dumai, Riau, Jumat.
Kehadiran
Wamendikdasmen bersama Paisal disambut antusias oleh ratusan murid, guru, dan warga sekolah. Dalam kesempatan tersebut, Fajar menegaskan pentingnya pendidikan multikultural sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.
Menurutnya, lingkungan sekolah yang dihuni peserta didik dari beragam latar belakang budaya serta penggunaan bahasa asing dalam proses pembelajaran menjadi modal penting untuk menumbuhkan sikap toleransi, empati, dan kemampuan berinteraksi dalam masyarakat yang majemuk.
"Kita hidup di tengah masyarakat yang beragam. Semakin dini murid dikenalkan pada keragaman bahasa dan budaya, maka semakin kuat kemampuan mereka untuk menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara harmonis," ujar Fajar.
Pada kesempatan itu, Fajar juga memaparkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia.
Regulasi tersebut mengedepankan konsep Trigatra Bangun Bahasa yang meliputi penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan identitas nasional, pelestarian bahasa daerah sebagai kekayaan budaya bangsa, serta penguasaan bahasa asing sebagai sarana komunikasi global.
Ia menilai keseimbangan ketiga aspek tersebut sangat penting untuk membentuk generasi yang memiliki identitas kebangsaan yang kuat sekaligus mampu bersaing di tingkat internasional.
"Jangan sampai kita kehilangan jati diri karena terlalu berorientasi pada bahasa asing. Sebaliknya, kita juga tidak boleh menutup diri dari perkembangan dunia global. Oleh karena itu, Trigatra Bangun Bahasa menjadi panduan untuk menjaga keseimbangan itu," katanya.
Selain itu, Fajar mengungkapkan bahwa berbagai indikator pendidikan di Kota Dumai menunjukkan perkembangan yang positif. Rata-rata lama sekolah masyarakat Dumai telah melampaui batas minimum nasional, sementara angka harapan lama sekolah terus mengalami peningkatan.
Sementara itu, Wali Kota
Dumai, Paisal, menyampaikan apresiasi atas kunjungan
Wamendikdasmen yang dinilainya menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, Kota Dumai yang dikenal sebagai daerah heterogen dengan keberagaman suku, budaya, dan agama yang hidup harmonis, terus menunjukkan kemajuan di sektor pendidikan. Hal itu ditandai dengan berkembangnya sekolah-sekolah negeri maupun swasta yang memberikan beragam pilihan pendidikan bagi masyarakat.
"Keberadaan sekolah-sekolah swasta yang semakin berkembang menunjukkan bahwa kini masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka. Ini juga menjadi simbol bahwa kualitas pendidikan di
Dumai terus meningkat," ujar Paisal.
Di bidang pendidikan karakter, Pemerintah Kota Dumai menjalankan Program Hikmat Pendidikan yang menempatkan pembentukan adab dan akhlak sebagai fondasi utama bagi peserta didik. Program tersebut telah diterapkan di seluruh sekolah negeri maupun swasta di Kota Dumai.
"Kami ingin anak-anak
Dumai tumbuh menjadi generasi yang beradab, berakhlak mulia, dan memiliki kompetensi yang unggul. Dengan karakter yang baik, kelak mereka akan menjadi dokter, guru, polisi, maupun profesi lainnya yang memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia," pungkasnya. (R)