Bogor (buseronline.com) - Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri resmi menutup Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangspes) Tahun Anggaran 2026 bagi Bintara Pawang Satwa Anjing (K-9) Pelacak Korban Bencana dan Bintara Aswasada atau Pasukan Berkuda.
Dilansir dari laman Humas
Polri, pendidikan tersebut digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional serta memperkuat kemampuan personel dalam mendukung berbagai tugas kemanusiaan dan pengamanan.
Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Upacara Subditlatsatwa, Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis. Kegiatan dipimpin Kepala Subditlatsatwa Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Kombes Pol Dadiyo SIK, selaku Inspektur Upacara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat Ditpolsatwa serta perwakilan Pusat Pendidikan (Pusdik) Sabhara Lemdiklat
Polri. Formasi upacara menampilkan satu peleton pasukan aswasada bersama kuda operasionalnya dan satu peleton pasukan pawang satwa K-9.
Berdasarkan laporan pendidikan, sebanyak 72 personel bintara Polri dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan. Dari jumlah tersebut, 36 personel berhasil menyelesaikan Dikbangspes Bintara Pawang Satwa K-9 Pelacak Korban Bencana, sementara 36 personel lainnya lulus dari Dikbangspes Bintara Aswasada.
Dalam amanatnya, Kombes Pol. Dadiyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik dan instruktur yang telah menyelesaikan rangkaian pendidikan dengan baik. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pelatihan berjalan aman, lancar, dan sesuai dengan target kurikulum yang telah ditetapkan.
"Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme personel Polri di lapangan. Kemampuan yang diperoleh akan menjadi modal penting dalam mendukung berbagai operasi kemanusiaan, mulai dari mitigasi bencana, pencarian korban, hingga pengamanan wilayah," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran personel yang memiliki kemampuan khusus di bidang pelacakan korban bencana maupun pasukan berkuda sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.
Oleh karena itu, kompetensi yang diperoleh selama pendidikan diharapkan dapat diterapkan secara optimal dalam pelaksanaan tugas di wilayah masing-masing.
Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebanggaan dan mempererat jiwa korsa di lingkungan Ditpolsatwa. Acara kemudian ditutup dengan demonstrasi ketangkasan operasional satwa yang diperagakan langsung oleh para peserta didik.
Atraksi tersebut menampilkan kemampuan anjing K-9 dalam melakukan pelacakan serta keterampilan kuda operasional dalam mendukung tugas kepolisian. Peragaan itu sekaligus menunjukkan sinergi, kepatuhan, dan kesiapan personel bersama satwa dalam mendukung berbagai operasi Polri di masa mendatang. (R)