Jakarta (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperkuat pendidikan antikorupsi bagi generasi muda melalui kegiatan Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) bertema "Lensa Beraksi, Pelajar Antikorupsi" yang digelar di Aula Majapahit, Museum Bank Mandiri, Jakarta, Rabu.
Dilansir dari laman
KPK, puluhan pelajar dari SMPN 22 dan SMPN 63 Jakarta tampak antusias mengikuti kegiatan yang dikemas melalui pemutaran film pendek edukatif.
Gelak tawa dan semangat peserta mewarnai jalannya acara yang bertujuan menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas sejak usia dini.
Program Director ACFFEST, Adhi Setyo Tamtomo mengatakan bahwa nilai-nilai antikorupsi merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
"Film bukan sekadar hiburan, tapi sarana edukasi untuk memupuk sikap jujur, disiplin, dan berani yang sejatinya merupakan wujud nyata pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Menurut Adhi, pendekatan kreatif melalui film menjadi salah satu cara efektif untuk mendekatkan pesan antikorupsi kepada generasi muda.
Dengan metode yang lebih menarik, para pelajar diharapkan mampu memahami pentingnya membangun karakter yang berintegritas dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menyaksikan tiga film pendek karya ACFFEST berjudul Tumbuhlah!, Misi Pulang, dan Rahasia Umum.
Ketiga film tersebut mengangkat kisah yang dekat dengan kehidupan remaja serta menyampaikan pesan tentang pentingnya kejujuran, keberanian mengambil keputusan yang benar, dan menolak berbagai bentuk kecurangan yang dapat menjadi awal perilaku koruptif.
Assistant Vice President Compliance Bank Mandiri, Habibah Sari Siregar, mengapresiasi upaya
KPK dalam memperkuat karakter generasi muda melalui pendekatan edukatif dan kreatif. Ia menilai penanaman nilai integritas perlu dilakukan sejak dini melalui kolaborasi berbagai pihak.
"Kita bisa mulai dari hal sederhana seperti jujur dan tidak menyontek. Menjadi warga bangsa bukan hanya cerdas, tapi karakter. Semoga adik-adik semakin semangat menjadi kebanggaan Indonesia," katanya.
Salah satu peserta, Kanaya Nur, siswi SMPN 22 Jakarta, mengaku memperoleh pelajaran berharga dari film yang ditayangkan selama kegiatan berlangsung. "Kita harus berkata jujur, jangan berbohong kepada siapa pun," ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh peserta mengikuti deklarasi antikorupsi dengan menyatakan kesediaan menjunjung tinggi nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir kegiatan, para pelajar diajak mengunjungi Museum Bank Mandiri untuk mengenal sejarah perbankan sekaligus memahami pentingnya tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan.
Melalui kegiatan ini, KPK berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami bahaya korupsi, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal membangun bangsa yang lebih berintegritas. (R)