Wamen Dikdasmen: Nilai Pancasila Harus Hadir Nyata dalam Pendidikan

Heri - Rabu, 03 Juni 2026 10:45 WIB
Wamendikdasmen Fajar Riza UI Haq saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (1/6/2026).

Lebak (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza UI Haq menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus hadir secara nyata dalam penyelenggaraan pendidikan melalui akses yang adil, layanan yang merata, serta keberpihakan kepada kelompok yang paling membutuhkan.

Hal tersebut disampaikan Fajar saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Senin.

Menurutnya, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol kenegaraan atau sekadar hafalan, melainkan harus menjadi pedoman dalam setiap kebijakan publik, termasuk di bidang pendidikan.

"Pancasila harus terasa getarannya dalam pelayanan publik, di ruang-ruang kelas yang jauh dari ibu kota, dan di hati setiap anak Indonesia yang sedang menyalakan harapan untuk masa depan," ujar Fajar dilansir dari laman Kemendikdasmen.

Ia menjelaskan, komitmen menghadirkan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, serta Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Menurutnya, pendidikan harus menjadi instrumen yang memanusiakan manusia sekaligus membuka jalan bagi setiap warga negara untuk berkembang tanpa dibatasi latar belakang sosial maupun ekonomi.

Dalam kesempatan itu, Fajar menyoroti Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu wujud implementasi Sila Kelima. Program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan dan kurang mampu.

"Negara harus hadir memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan belajar dan meraih cita-citanya hanya karena keterbatasan ekonomi," katanya.

Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat dukungan terhadap tumbuh kembang peserta didik melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan laporan pemerintah daerah, pelaksanaan uji coba MBG di Kabupaten Lebak berjalan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Fajar menilai pemenuhan kebutuhan gizi menjadi fondasi penting dalam mendukung proses belajar yang optimal. Karena itu, pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan agar manfaat program dapat dirasakan secara luas oleh peserta didik di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Fajar juga menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Lebak sebagai lokasi peringatan Hari Lahir Pancasila memiliki makna historis dan filosofis. Lebak dikenal sebagai daerah yang menyimpan jejak perjuangan melawan ketidakadilan sebagaimana tergambar dalam karya "Max Havelaar" yang lahir dari pengalaman Multatuli saat bertugas di wilayah tersebut.

Menurutnya, sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa negara harus selalu berpihak pada kemanusiaan, menjunjung keadilan, serta menghadirkan pelayanan yang melindungi seluruh rakyat tanpa membedakan latar belakang.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Menkeu Ajak Jajaran Kemenkeu Jadikan Pancasila Pedoman Pengelolaan Keuangan Negara

Pendidikan

Presiden Prabowo: Transformasi Bangsa Berlandaskan Pancasila

Pendidikan

Densus 88 Gelar Roadshow “Ratakan Bali Pro Max” di 70 Sekolah, Tangkal Radikalisme Sejak Dini

Pendidikan

DWP Sumut Gelar Seminar Kesehatan Mental untuk Pelajar: Kesehatan Mental Sama Pentingnya dengan Fisik

Pendidikan

Penerimaan Murid Baru SMA PGRI 20 Siborongborong: Drs Alpa Simanjuntak MPd Ajak Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini

Pendidikan

Puluhan Anggota dan PAC Pemuda Pancasila Berbagi Takjil Gratis