Tangerang Selatan (buseronline.com) - Ahmad Salman Al-Makkiy, siswa MAN Insan Cendekia Serpong, mencatat prestasi membanggakan dengan meraih nilai tertinggi nasional pada subtes Pengetahuan Kuantitatif (PK) UTBK 2026. Salman memperoleh skor 1173,55, tertinggi di Indonesia untuk subtes tersebut.
Dilansir dari laman Kemenag, lulusan
MAN IC Serpong yang diterima di program STEI Komputasi Institut Teknologi Bandung itu kemudian membagikan strategi belajarnya melalui media sosial.
Menariknya, Salman mengaku tidak mengikuti kelas bimbingan belajar (bimbel) dan lebih banyak mengandalkan latihan soal secara mandiri.
"Fun fact, aku ga bimbel sama sekali. Jadi pure latihan-latihan aja. Buat materi, aku nonton di YouTube, kayak Tubuh Kata dll," tulis Salman melalui akun media sosial X miliknya, @salmakkiy, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, try out menjadi salah satu sarana penting untuk mengukur kemampuan sekaligus menemukan kelemahan yang perlu diperbaiki. "Aku jugaa latihan di Wangsit, dan tryout-tryout di banyak platform, kayak Sainsin, Ruangguru, Pahamify, dll," ungkapnya.
Salman juga membagikan pandangannya mengenai cara belajar yang efektif untuk menghadapi UTBK. Ia menilai siswa tidak perlu mempelajari semua materi secara bersamaan, melainkan fokus pada kekurangan masing-masing.
"Menurut aku, yang paling utama dari UTBK adalah bahwa kalian cuma perlu belajar kekurangan kalian. Jangan pernah belajar segala hal, ikut-ikut kurikulum orang. Karena kebutuhan tiap orang jelas beda-beda. Jadi cukup mulai dari tryout beberapa kali, buat tau kekurangan kalian dimana aja. List semuanya, dan fokus disitu, sampe kalian gapunya kekurangan lagi," tulisnya.
Kepala MAN Insan Cendekia Serpong, Hilal Najmi mengatakan capaian Salman menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu bersaing pada level tertinggi dalam bidang sains dan penalaran.
Menurutnya, sistem pendidikan berasrama atau boarding school yang diterapkan MAN IC Serpong mendukung pembinaan akademik dan karakter siswa secara terpadu.
"Prestasi Salman menjadi kebanggaan bagi
MAN IC Serpong dan madrasah pada umumnya. Ini menunjukkan bahwa dengan strategi belajar yang tepat, kerja keras, dan lingkungan belajar yang kondusif, siswa madrasah mampu meraih prestasi terbaik di tingkat nasional," kata Hilal. (R)