Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyerahkan sebanyak 139 arsip statis kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai bentuk komitmen menjaga memori kolektif bangsa dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Dilansir dari laman
Kemendikdasmen, penyerahan arsip dilakukan oleh Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa, Sekretariat Jenderal
Kemendikdasmen, Selasa, di Kantor
Kemendikdasmen, Jakarta.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan arsip memiliki peran penting sebagai rekaman perjalanan kebijakan dan pembangunan pendidikan nasional yang akan menjadi catatan sejarah bagi generasi mendatang.
"Arsip adalah aset yang akan menjelaskan bagaimana kita berupaya mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi catatan sejarah penting bagi generasi mendatang," ujar Suharti.
Ia menambahkan, arsip bidang pendidikan dan kebahasaan tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administrasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, serta bahan penyusunan kebijakan di masa depan.
Menurut Suharti,
Kemendikdasmen juga terus mendorong transformasi pengelolaan arsip melalui pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas pengelolaan arsip.
"Kami berkomitmen memperkuat tata kelola kearsipan, termasuk pengembangan sumber daya manusia kearsipan dan transformasi arsip fisik menuju arsip elektronik," katanya.
Sementara itu, Kepala Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa
Kemendikdasmen, Herdiana, menjelaskan bahwa arsip yang diserahkan telah melalui berbagai tahapan mulai dari penilaian, penataan, pendeskripsian, verifikasi, hingga penetapan sebagai arsip statis sesuai kaidah kearsipan.
Pada tahun 2026, Kemendikdasmen menyerahkan 139 arsip statis yang terdiri atas 137 arsip produk hukum bidang pendidikan dan dua arsip fungsi kebahasaan.
"Arsip tersebut mencerminkan perjalanan pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi, kebijakan strategis, program prioritas, serta berbagai aktivitas penting yang memiliki nilai informasi dan sejarah," ujar Herdiana.
Kepala ANRI, Mego Pinandito mengapresiasi konsistensi Kemendikdasmen yang rutin menyerahkan arsip statis sejak tahun 2008. Menurutnya, budaya tertib arsip harus menjadi kebiasaan yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.