Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan dukungannya terhadap pembangunan Rumah Anak SIGAP di Kota Medan.
Program yang digagas Tanoto Foundation itu diharapkan tidak hanya berhenti pada seremoni peluncuran, tetapi mampu berjalan sukses dan berkelanjutan. Hal itu disampaikan
Rico Waas saat menerima audiensi Tanoto Foundation di rumah dinas Wali Kota
Medan, Selasa.
"Program ini sangat baik untuk membangun karakter anak sejak dini. Namun yang terpenting, harus sukses dan berkelanjutan. Jangan hanya berhenti saat launching saja," ujar Rico Waas.
Menurut Rico, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan kehidupan yang layak bagi anak. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Ia menilai, kerja sama dalam mewujudkan Rumah Anak SIGAP merupakan bentuk nyata upaya meningkatkan kualitas hidup manusia dan keluarga di Kota Medan.
Dalam audiensi tersebut, pihak Tanoto Foundation melaporkan perkembangan pembangunan
Rumah Anak SIGAP di Kota
Medan.
Dari lima lokasi yang ditargetkan, tiga titik telah dipastikan berada di Kelurahan Pangkalan Mansur, Kantor Lurah Tanjung Mulia, serta satu PAUD di Kelurahan Sicanang. Selain itu, survei lokasi juga telah dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal program.
Pertemuan itu dihadiri Eced Head Jakarta Program Implementation Lead Jakarta Merryen Silalahi, Regional Lead Sumatera Utara Medi Yusva, Project Management Unit Felly Ardan, serta Policy Advokasi Bobby Widanto. Turut hadir pula Plt Kadis Pendidikan Laksamana Putera Siregar dan Kepala Dinas P3APMP2KB Edliaty.
Rumah Anak SIGAP merupakan program berbasis komunitas yang berfokus pada pengembangan anak usia dini, khususnya usia 0 hingga 3 tahun, sekaligus pencegahan stunting.
Program ini membekali orang tua dengan keterampilan pengasuhan, stimulasi tumbuh kembang, serta edukasi gizi agar anak siap memasuki pendidikan dasar.
Kegiatan dalam program tersebut meliputi stimulasi kelompok melalui aktivitas bermain sesuai tahapan usia anak, stimulasi individu bagi anak yang membutuhkan pendampingan khusus, hingga kelas pengasuhan untuk orang tua.
Materi yang diberikan mencakup edukasi nutrisi seperti pembuatan MPASI, penanganan anak tantrum, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (P3)