Pamekasan Pecahkan Rekor MURI SAIH, Mendikdasmen Ajak Wujudkan Generasi Emas 2045

Heri - Rabu, 27 Mei 2026 11:25 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti foto bersama dengan lainnya usai memberikan sambutan di Pamekasan, Minggu (24/5/2026).

Pamekasan (buseronline.com) - Peringatan puncak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, berlangsung meriah dengan diikuti lebih dari 24 ribu murid dari berbagai jenjang pendidikan.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, kegiatan yang dipusatkan di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan itu sekaligus memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) terbanyak di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengajak seluruh peserta untuk menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) dan mengucapkan Ikrar Pelajar Indonesia sebagai bagian dari penguatan karakter generasi muda.

"Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud tanpa ikhtiar yang sungguh-sungguh. Kita harus memiliki semangat, optimisme, dan kerja keras untuk melahirkan generasi Indonesia yang kuat, tangguh, dan berdaya saing global," ujar Abdul Mu'ti saat memberikan sambutan di Pamekasan, Minggu.

Menurutnya, pendidikan karakter menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan. Karena itu, ia mengajak para pelajar untuk terus belajar dengan baik, menghormati orang tua dan guru, menjaga kerukunan dengan teman, serta mencintai tanah air Indonesia.

"Modal untuk menjadi generasi hebat kalian harus memiliki pola pikir yang maju, mental kuat, dan bersungguh-sungguh dalam belajar. Semoga di Kabupaten Pamekasan akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, namun juga berkarakter dan membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik," tuturnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Salah satu murid SDN Larangan Badung 1, Adelia Rahmawati, mengaku senang dapat mengikuti senam bersama ribuan pelajar lainnya.

"Suasana senam kali ini sangat beda dari yang biasa dilakukan di sekolah. Senang sekali bisa senam bersama di sini dan bertemu teman-teman dari sekolah lain," kata Adelia.

Hal serupa disampaikan guru SDN Larangan Tokol 1, Masrafah. Ia menilai SAIH menjadi upaya positif dalam membangun karakter murid sejak dini. Menurutnya, kegiatan tersebut juga rutin dilaksanakan setiap Jumat di sekolahnya dengan dukungan para orang tua.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait