Jepara (buseronline.com) - Perempuan muda didorong untuk memiliki literasi digital, ketahanan mental, dan pemahaman hukum di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Dilansir dari laman Jatengprov, hal itu dinilai penting agar perempuan mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk
ancaman kekerasan dan eksploitasi di ruang digital.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Jepara melalui Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Jepara, Saptwagus Karnanejeng Rahmadi saat peluncuran Sekolah Kartini Berdaya yang diinisiasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara di Gedung Shima, kompleks Setda Jepara, Minggu.
"Perempuan muda harus memahami mana yang disebut perlindungan, mana yang disebut pelecehan, dan bagaimana hukum melindungi martabat perempuan," ujar Saptwagus.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jepara terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan ketenagakerjaan.
Pada 2025, program Kartu Sarjana
Jepara disebut telah menjangkau 2.398 mahasiswa dan siswa kurang mampu maupun berprestasi.