Jakarta (buseronline.com) - Timnas Indonesia kembali menunjukkan ambisi besar dalam membangun skuad yang lebih kompetitif di level Asia.
Pelatih
John Herdman dikabarkan membuka peluang naturalisasi enam pemain diaspora yang kini berkarier di Eropa, Australia, hingga Amerika Serikat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari proyek jangka panjang untuk memperkuat kedalaman skuad Merah Putih melalui kombinasi pemain lokal dan talenta keturunan Indonesia di luar negeri.
Dalam wawancara, Herdman menyebut pihaknya tengah memantau sejumlah pemain muda potensial yang bisa menjadi aset penting
Timnas Indonesia pada masa depan.
Salah satu nama yang mencuri perhatian ialah Laurin Ulrich. Gelandang serang milik VfB Stuttgart yang saat ini dipinjamkan ke 1. FC Magdeburg itu memiliki garis keturunan Indonesia dari kakeknya yang lahir di Surabaya.
Pemain berusia 21 tahun tersebut tampil cukup konsisten di kasta kedua Liga Jerman musim ini dengan torehan tiga gol dan tiga assist dari 36 pertandingan.
Pengalamannya bersama Timnas Jerman U-19 membuat Ulrich dinilai sebagai opsi kreatif yang menjanjikan untuk lini tengah Garuda.
Selain Ulrich,
Timnas Indonesia juga dikaitkan dengan bek muda Jenson Seelt. Pemain berusia 22 tahun itu tengah menjalani masa peminjaman di VfL Wolfsburg dari Sunderland.
Seelt memiliki darah Ambon dari keluarganya dan sudah cukup lama masuk radar naturalisasi publik sepak bola Indonesia. Meski sempat mengalami cedera lutut serius musim ini, pengalaman bermain di kompetisi elite Eropa tetap menjadi nilai tambah besar bagi pertahanan Timnas Indonesia.
Nama berikutnya ialah Tristan Gooijer. Bek kanan milik Ajax Amsterdam yang kini bermain bersama PEC Zwolle itu juga disebut masuk proyek masa depan Garuda.
Gooijer memiliki darah Indonesia dari pihak ayah yang berasal dari Maluku. Pada musim ini, pemain berusia 21 tahun tersebut tampil cukup impresif di Eredivisie dengan catatan tiga gol dari 23 pertandingan.
Sementara itu, lini tengah
Timnas Indonesia juga berpotensi mendapat tambahan tenaga dari Julian Oerip. Pemain muda milik AZ Alkmaar itu memiliki darah Indonesia dari sang ayah dan sudah langganan memperkuat tim kelompok usia Belanda.
Musim ini, Oerip mulai mendapat menit bermain reguler dengan kontribusi satu gol dan empat assist dari 16 pertandingan. Kemampuannya mengatur ritme permainan membuatnya dinilai cocok untuk proyek jangka panjang Timnas Indonesia.
Dari Amerika Serikat, nama Mitchell Baker juga masuk radar naturalisasi. Penyerang jangkung milik Colorado Rapids itu memiliki darah Indonesia dari ibunya yang berasal dari Semarang dan Yogyakarta.
Pemain berusia 19 tahun tersebut tampil tajam di level universitas bersama Georgetown University dengan koleksi 18 gol dan tujuh assist dalam dua musim terakhir. Performa impresif itu membuat Baker masuk United Soccer Coaches Second All-American Team 2025.
Adapun nama terakhir yang dikaitkan dengan
Timnas Indonesia ialah Luke Vickery. Winger milik Macarthur FC itu tampil cukup menonjol di A-League musim ini.
Vickery memiliki darah Indonesia dari nenek pihak ibu yang lahir di Medan. Menariknya, ia lahir di Hawaii dan besar di Australia sehingga memiliki peluang membela tiga negara berbeda di level internasional.
Pemain berusia 20 tahun tersebut mencatat lima gol dan satu assist di kompetisi domestik. Ia juga tampil produktif di AFC Champions League Two dengan kontribusi dua gol dan dua assist dari enam pertandingan.
Jika proses naturalisasi berjalan lancar, keenam pemain diaspora tersebut berpotensi menjadi tambahan kekuatan besar bagi Timnas Indonesia dalam menghadapi persaingan ketat di Asia pada tahun-tahun mendatang. (R)