Paris (buseronline.com) - Paris FC menorehkan kemenangan bersejarah usai menaklukkan rival sekotanya, Paris Saint-Germain (PSG), dengan skor 2-1 pada laga pekan terakhir Ligue 1 2025/2026 di Stade Jean Bouin, Senin.
Dua gol pemain pengganti Alimani Gory menjadi penentu kemenangan tuan rumah dalam Derby Paris yang berlangsung dramatis hingga menit akhir.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi PSG yang tengah bersiap menghadapi Arsenal pada final Liga Champions. Tim asuhan Luis Enrique tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi gagal menunjukkan ketajaman di lini depan.
Sejak awal pertandingan,
Paris FC bermain agresif dan beberapa kali mengancam gawang
PSG. Kiper Matvey Safonov dipaksa bekerja keras untuk menggagalkan peluang Moses Simon dan Willem Guebbels.
Penampilan impresif Safonov membuat skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum. PSG akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-50 melalui Bradley Barcola.
Penyerang muda Prancis itu sukses memaksimalkan umpan silang rendah Fabián Ruiz untuk membawa tim tamu unggul 1-0. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan.
Pelatih Antoine Kombouaré melakukan perubahan penting dengan memasukkan Alimani Gory, Ilan Kebbal, dan Luca Koleosho. Pergantian itu langsung mengubah ritme permainan Paris FC.
Gol penyeimbang lahir pada menit ke-76. Gory berhasil memanfaatkan bola muntah hasil sepakan Lees Melou untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Drama terjadi pada masa injury time. Serangan balik cepat yang dibangun Ilan Kebbal diakhiri dengan umpan matang Luca Koleosho kepada Gory.
Penyerang tersebut tanpa kesalahan menaklukkan Safonov pada menit ke-90+4 dan memastikan kemenangan 2-1 bagi
Paris FC.
Secara statistik, PSG unggul dalam penguasaan bola dengan 62,8 persen berbanding 37,2 persen milik Paris FC. Namun efektivitas menjadi pembeda.
Paris FC mencatatkan 17 tembakan dengan sembilan tepat sasaran, sementara
PSG hanya mampu menghasilkan dua tembakan tepat sasaran dari total sembilan percobaan.
Kekalahan ini menjadi alarm serius bagi PSG menjelang final Liga Champions. Meski mendominasi permainan melalui 680 operan, Les Parisiens kesulitan menciptakan peluang berbahaya dan terlihat rapuh saat menghadapi serangan balik cepat.
Sementara itu, kemenangan ini memastikan
Paris FC menutup musim di peringkat ke-11 klasemen akhir Ligue 1, sebuah pencapaian impresif bagi tim yang baru kembali ke kasta tertinggi sepak bola Prancis. (R)